NUSANTARA – Grup paduan suara asal Samarinda, Borneo Cantata jadi kampiun NICFF 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Titel Grand Champion mereka raih dalam Grand Prix, Minggu (7/9/2025).
Tentunya ini jadi modal percaya diri mereka dalam menatap Malaysian Choral Eisteddfod (MCE) di Kuala Lumpur 5-9 Nopember 2025 yang rencananya mereka ikuti.
Dalam kompetisi mulai 4 September di Multifunction Hall Kemenko 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) itu, mereka turun di 2 kategori lomba, Mixed Choir Category, dan Folksong Category.
Dalam tahap penyisihan di masing-masing kategori, Borneo Cantata menyabet juara 2 Folksong, serta juara 1 Mixed Choir.
Di hari terakhir, agenda Final NICFF 2025, grup paduan suara yang dikonduktori Roby Yolis Pata’dungan ini keluar sebagai juara umum dari 9 grup yang masuk ke babak Grand Prix.
Salah seorang Choir member Borneo Cantata, Yonathan Edyanto, mengatakan, kompetisi ini cukup ketat dan tak bisa dianggap remeh.
Bukan hanya dari Kalimantan, peserta yang ikut juga ada dari Maluku dan Jawa Barat. Semua grup kompetitor punya karakter dan harmonisasi vokal yang tak kalah bagus.
“Pesaingnya luar biasa juga olah vokalnya. Nggak nyangka ini bisa grand champion,” tuturnya di lokasi, Minggu (7/9/2025).
Hasil yang didapat seolah membayar lunas latihan mereka dalam menyongsong kompetisi itu di IKN. “Persiapannya di kompetisi ini kebetulan di empat-lima bulan terakhir,” tutur Yonathan.
Borneo Cantata, sekaligus mencacatkan sejarah jadi paduan suara yang kampiun dalam gelaran kompetisi olah vokal secara grup pertama bertaraf internasional di IKN.
Ketua Penyelenggara NICFF 2025 Sandry Ernamurti mengatakan, gelaran NICFF berjalan sukses dan menelurkan juara kompetisi yakni Borneo Cantata, dan bukan karena grup paduan suara ini berasal dari Kalimantan Timur.
Tapi karena kualitas, harmonisasi, penjiwaan, penguasaan panggung, intonasi, dan lain-lain.
“Mereka yang paling sempurna di mata ketiga juri. Sehingga nilai merekalah yang paling tinggi,” jelas Ketua Dewan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Deparekraf) Penajam Paser Utara ini, usai acara.
Ketiga juri itu adalah Agustinus Bambang Jusana, Marcus Lee, dan Swingly W Sondak. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono nampak antusias dan turut berfoto sambil menyemangati sejumlah anggota paduan suara usai acara bubar.
“Selamat untuk yang jadi juara,” ucap Basuki di sela-sela foto.
Gelaran ini diikuti belasan grup paduan suara se Indonesia. Di antaranya PSM Melody of Aisyiyah Voice asal Sleman, Yogyakarta, Telkom University Choir dari Bandung, Jawa Barat, serta Valveles Angelous Voice asal Tabelo, Maluku Utara.
Borneo Cantata berkompetisi dengan choir member sebanyak 40 orang plus 1 konduktor. Selain mendapat piala dan piagam, mereka berhak membawa pulang hadiah uang total Rp 62 juta rupiah.
Penulis: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat



