Penajam Paser Utara – Persoalan banjir yang terjadi di area RSUD Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menjadi perhatian pemerintah daerah. Genangan air yang sempat masuk hingga ke area pelayanan rumah sakit memicu keluhan masyarakat dan ramai diperbincangkan.
Wabup PPU, Abdul Waris Muin mengaku telah menerima laporan masyarakat beserta rekaman video yang memperlihatkan kondisi genangan air di lingkungan rumah sakit tersebut. Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti dengan meminta instansi terkait melakukan pengecekan lapangan.
“Selain soal pelayanan kesehatan, tadi juga muncul persoalan lain yaitu banjir di area rumah sakit yang sempat ramai dibicarakan. Saya juga sudah menerima video terkait hal tersebut,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Setelah menerima laporan tersebut, pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk menelusuri penyebab banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU dan Dinas Pekerjaan Umum diminta turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan terhadap sistem drainase di kawasan rumah sakit.
“Begitu menerima laporan, saya langsung menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera turun ke lapangan dan menelusuri penyebabnya,” sebutnya.
Hasil penelusuran awal menunjukkan adanya permasalahan pada saluran pembuangan air di sekitar area rumah sakit. Kondisi saluran yang sudah lama diduga menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Dari penjelasan awal, penyebab utamanya adalah saluran pembuangan besar yang berada di sekitar rumah sakit. Di bagian pinggir saluran terdapat batu-batu yang dipasang puluhan tahun lalu. Sebagian batu tersebut sudah jatuh dan akhirnya menghambat aliran air menuju ujung saluran,” jelas Waris.
Akibat kondisi tersebut, aliran air menjadi tersendat dan tidak dapat mengalir secara normal. Ketika curah hujan meningkat, air yang tidak tertampung akhirnya meluap dan menimbulkan genangan di area sekitar rumah sakit.
“Akibatnya aliran air tersumbat dan ketika hujan deras terjadi genangan hingga banjir,” tegasnya.
Pemkab PPU memastikan persoalan ini akan ditangani secara bertahap melalui koordinasi dengan instansi teknis. Selain itu, evaluasi terhadap kondisi drainase juga akan dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan jangka panjang.
“Saya sudah meminta Dinas PU untuk segera melakukan inspeksi dan mencari solusi. Jika melihat kondisi secara keseluruhan, kemungkinan perbaikan permanen akan dilakukan pada tahun 2027,” kata Waris.
Sementara menunggu perbaikan permanen tersebut, langkah penanganan darurat diminta segera dilakukan. Pembersihan saluran air dinilai penting agar aliran air dapat kembali berjalan lancar saat terjadi hujan.
“Namun untuk penanganan darurat, saya sudah meminta agar saluran tersebut segera dibersihkan terlebih dahulu, jika perlu menggunakan alat berat, supaya aliran air kembali lancar,” terangnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana meninjau langsung kondisi di lapangan guna memastikan penanganan berjalan sesuai rencana. Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
“Besok, jika tidak ada halangan, saya juga berencana turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisinya. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena kasihan masyarakat jika banjir sampai masuk ke dalam rumah sakit, bahkan hingga ke area pendaftaran,” pungkas Waris.
Pewarta: Robbi Lalat



