BERAU – Kekhawatiran terhadap munculnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar kembali menjadi perhatian DPRD Berau. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai bahwa pengawasan terhadap perkembangan karakter dan perilaku siswa masih belum berjalan maksimal di sekolah-sekolah.
Ia mengaku, ruang interaksi pelajar yang semakin luas, baik secara langsung maupun melalui media digital, dapat memengaruhi pola pikir dan sikap anak.
“Kondisi ini kalau tidak dicermati sejak dini, bisa memicu tindakan yang bertolak belakang dengan norma pendidikan maupun nilai sosial,” katanya.
Sumadi menyoroti sejumlah daerah yang dinilai lebih progresif dalam membangun sistem pembinaan khusus. Sistem tersebut diterapkan bagi siswa yang memperlihatkan kecenderungan atau indikasi sikap tertentu, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.
“Lemahnya pengawasan bisa membuka peluang terjadinya penyimpangan. Kita harus belajar dari daerah lain yang sudah menerapkan pembinaan khusus,” ujarnya.
Ia pun meminta Dinas Pendidikan Berau mengambil langkah konkret, salah satunya dengan melakukan pendataan terhadap siswa yang menunjukkan perilaku tidak umum atau kecenderungan yang perlu diarahkan.
Langkah ini, kata dia, bukan untuk memberi label buruk, tetapi sebagai upaya menyelamatkan masa depan anak sejak dini.
“Dinas Pendidikan bisa menginventaris siswa yang imajinasinya mulai mengarah kepada hal-hal yang tidak wajar, agar mereka mendapat pembinaan sejak awal,” pungkasnya.
Penulis: (Srn)



