Delegasi Sembilan Negara Kunjungi IKN, Pelajari Energi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan

NUSANTARA – Sebanyak 43 delegasi dari sembilan negara mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mempelajari langsung konsep energi hijau dan pembangunan berkelanjutan yang diterapkan di kawasan tersebut.

Delegasi yang hadir berasal dari Jerman, Chili, Kazakhstan, Vietnam, Afrika Selatan, India, Kolombia, Thailand, dan Mongolia. Salah satu agenda utama kunjungan adalah meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 megawatt (MW) yang berlokasi di Pemaluan, Kecamatan Sepaku.

Kunjungan ini diawali dengan brunch meeting atau pertemuan bisnis santai di Swissotel Nusantara, yang membahas sejumlah topik seperti energi hijau, bangunan cerdas, dan konsep pembangunan berkelanjutan di IKN.

Salah satu peserta, Bethan Jones, Senior Communications Officer dari International Institute for Sustainable Development (IISD) Germany, menyebut pengalaman tersebut membuka wawasan negara-negara beriklim dingin terhadap potensi energi surya di wilayah tropis.

“Jadi saya pikir ini berlaku untuk semua negara kita yang berada di wilayah dingin dan kita mencoba untuk melampaui wilayah dingin. Jadi saya pikir ini luar biasa dan tentu saja ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengetahui dan mencoba belajar fasilitas pembangkit tenaga listrik surya,” ujar Bethan Jones.

Baca Juga:   Mudyat Noor Hadiri TPS dengan Keluarga, Targetkan Kemenangan di Atas 50 Persen

Sementara itu, Adrian Ova Triandi, Project Engineer PLTS IKN, menjelaskan proyek ini merupakan hasil kerja sama antara PLN Nusantara Power dan perusahaan energi asal Singapura, Sembcorp.

“Sembcorp dengan 49 persen, sebagai mitra terpilih kemudian membentuk perusahaan patungan dengan PLN-NR dengan 51 persen untuk mengembangkan PLTSa 50 megawatt IKN,” tuturnya.

Direktur Transformasi Hijau Otorita IKN, Agus Gunawan, menyebut listrik yang dihasilkan PLTS tersebut digunakan terutama untuk menopang kebutuhan energi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

“Saat ini memang menghasilkan 50 megawatt, tapi yang digunakan di KIPP baru 10 sampai 12 megawatt. PLTS ini merupakan energi hijau untuk keberlanjutan IKN masa depan,” sebut Agus.

PLTS IKN berdiri di atas lahan seluas 86 hektare, dilengkapi 114.420 panel surya yang mampu menghasilkan 92,8 juta kWh energi bersih per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 44.000 ton CO₂ per tahun.

Dalam proses pembangunannya, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi lokal dengan menyerap 502 tenaga kerja setempat.

Baca Juga:   Tunggu Penyusunan Regulasi PJLP, 22 THL Setkab PPU Belum Terima Gaji

Jangkauan PLTS mensuplai jaringan di sekitar IKN. Namun terkait distribusi listrik, PLN yang punya tugas membagi distribusinya.

Setelah mendengarkan pemaparan teknis dari pihak PLN di lokasi, para delegasi meninjau langsung hamparan panel surya dan fasilitas baterai penyimpanan energi. Kunjungan kemudian ditutup dengan kegiatan penanaman pohon di Plaza Bhineka Tunggal Ika, Jalan Sumbu Timur, IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.