Penajam Paser Utara – Rencana pengembangan Taman Rozeline tak hanya menghadirkan ruang terbuka hijau, tetapi juga konsep kafe keluarga yang berbeda. Melalui D’Best Cafe, Koperasi PKK Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan ruang santai yang memadukan kuliner, hiburan, dan produk lokal dalam satu kawasan.
Ketua Koperasi PKK PPU, Sandry Ernamurti, mengatakan D’Best Cafe menjadi bagian penting dalam menghidupkan kawasan Taman Rozeline sebagai ruang publik yang aktif dan produktif.
Kafe ini dirancang dengan konsep kitchen cafe berukuran sekitar 3×5 meter yang menyatu dengan suasana taman, sehingga memberikan pengalaman santai bagi pengunjung.
“Konsepnya memang kita arahkan untuk umum, terutama keluarga yang datang ke taman. Jadi bukan sekadar tempat ngopi,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kafe ini diharapkan mampu mendukung aktivitas di Taman Rozeline yang ke depan akan menjadi pusat interaksi masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan, kafe juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi kecil di kawasan tersebut.
Kehadiran D’Best Cafe menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial. Dengan memadukan konsep kuliner, hiburan, dan pemberdayaan koperasi, kafe ini diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik baru sekaligus menghidupkan ekosistem aktivitas masyarakat di PPU.
Selain itu, konsep yang diusung juga memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat sasaran utama adalah keluarga. Penataan ruang, jenis menu, hingga fasilitas pendukung dirancang agar sesuai dengan karakter taman.
Berbeda dengan kafe pada umumnya, D’Best Cafe tidak hanya menyasar penikmat kopi, tetapi juga keluarga dan anak-anak. Hal ini tercermin dari konsep menu yang lebih variatif dan ramah untuk semua usia.
Selain menyediakan kopi dan minuman segar, D’Best Cafe mengandalkan produk es krim sebagai ciri khas utama. Produk ini direncanakan dibuat sendiri sebagai bagian dari pengembangan usaha berbasis koperasi.
“Ciri khas kita ada di es krim. Karena ini taman keluarga, jadi anak-anak juga harus punya pilihan,” kata Sandry.
Ia menjelaskan, konsep es krim yang dihadirkan akan mengikuti tren kekinian, namun tetap dikembangkan sebagai produk lokal yang memiliki identitas tersendiri.
D’Best Cafe direncanakan mulai beroperasi bersamaan dengan peluncuran program di Taman Rozeline pada 13 April. Untuk tahap awal, fasilitas utama sudah mulai dipersiapkan, dan pengembangannya akan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.
Tak hanya dari sisi kuliner, D’Best Cafe juga dirancang sebagai ruang hiburan. Koperasi berencana melengkapi fasilitas kafe dengan karaoke agar pengunjung memiliki alternatif aktivitas selain sekadar bersantai.
“Jadi tidak hanya duduk minum kopi, tapi ada hiburan juga. Kita ingin tempat ini benar-benar hidup,” pungkas Sandry.
Pewarta: Robbi Lalat




