Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih kekurangan tenaga dokter dan guru, sementara kepastian pembukaan seleksi CPNS 2027 belum dapat dipastikan.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di daerah masih didominasi sektor pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan.
“Yang kita butuhkan banyak, terutama dokter dan guru. Kemarin sempat dibuka CPNS dokter, tapi tidak ada yang daftar,” ujarnya.
Menurutnya, minimnya pelamar tenaga medis menunjukkan masih rendahnya minat untuk bertugas di daerah. Di sisi lain, kemampuan fiskal daerah juga menjadi kendala dalam menyediakan insentif yang kompetitif.
Saat ini, belanja pegawai di APBD PPU mencapai sekitar 47 persen, melampaui batas maksimal 30 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Kondisi ini masih menjadi polemik dan sedang dalam proses pembahasan,” jelasnya.
Tingginya belanja pegawai membuat pemerintah daerah harus mempertimbangkan secara cermat pembukaan rekrutmen baru, meskipun kebutuhan tenaga pelayanan dasar masih mendesak.
Pemkab PPU telah berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dalam Negeri terkait kebijakan kepegawaian.
“Sudah ada diskusi, dan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas ini bersama,” katanya.
Mudyat menyebut kepastian pembukaan CPNS 2027 masih menunggu kebijakan pemerintah pusat.
“Belum tahu apakah 2027 ada atau tidak. Harapannya tetap ada, terutama untuk kebutuhan pelayanan seperti dokter dan guru,” pungkasnya.
Pewarta : Deddypz
Penyunting: Robbi Lalat



