Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif daerah.
Hal tersebut disampaikan Mudyat saat menghadiri pembukaan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 di Pentacity Mall, Balikpapan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Kabupaten PPU, Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, serta Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Mudyat, pengembangan UMKM tidak hanya menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal, tetapi juga berperan dalam membuka peluang usaha agar mampu menjangkau pasar digital maupun global.
“Ajang tahunan PESAN 2026 membuktikan bahwa penguatan UMKM dan ekonomi berbasis nilai syariah dapat saling melengkapi, sehingga ekonomi lokal menjadi lebih kuat dan mampu bersaing di pasar global maupun digital,” ujar Mudyat.
Ia menilai kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“UMKM yang sudah maju kiranya perlahan harus naik kelas dengan mampu berinovasi dan membaca tren pasar, menjaga kualitas produk, memperluas pasar, dan aktif terlibat dalam event-event besar seperti PESAN 2026 agar semakin dikenal secara global dan masuk dalam pasar digital seiring majunya teknologi pemasaran saat ini,” katanya.
Mudyat juga mengapresiasi sejumlah produk UMKM asal PPU yang telah mulai memasuki pasar modern dan digital, seperti Batik Sekar Buen, Batik Bulau Sayang, serta Suraa Art yang mengolah bahan kayu ulin dan kulit kayu khas daerah.
Menurutnya, keberhasilan produk lokal tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah.
Ia berharap program pembinaan yang dilakukan melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha, terutama dalam peningkatan kapasitas, pemasaran digital, sertifikasi halal, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
“Ajang ini kiranya tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi harus menjadi peluang pasar bagi seluruh UMKM dan pelaku industri kreatif agar mampu menopang kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah, terlebih melihat tren pasar dan mengenalkan produk unggulannya secara global,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan PESAN 2026 merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, Otorita IKN, Kementerian Agama, pondok pesantren, Baznas, pelaku UMKM, dan perbankan syariah dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
“Event ini menjadi langkah nyata untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui penguatan halal value chain, optimalisasi dana wakaf, serta penguatan Industri Kreatif Syariah Indonesia,” jelas Robi.
PESAN 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari edukasi, business matching, showcase UMKM IKRA, kompetisi kreatif, workshop, hingga talkshow yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, regulator, dan praktisi industri.
“Kiranya seluruh rangkaian kegiatan dan program penguatan industri kreatif dan UMKM ini dapat meningkatkan keterampilan pelaku usaha sekaligus mendorong lahirnya produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar global dan digital,” tutupnya.
Penyunting: Robbi Lalat



