Bupati PPU Buka Orientasi Mahasiswa Baru UT Samarinda, Dorong SDM Siap Hadapi IKN

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) sekaligus Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UT) Samarinda. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Penajam, Sabtu (30/8/2025), dengan diikuti sekitar 300 mahasiswa baru asal Kabupaten PPU.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Sekretaris Komisi II DPRD PPU, serta Manajer Tata Usaha UT Samarinda bersama jajaran.

Dalam sambutannya, Mudyat menyampaikan apresiasi atas kehadiran Universitas Terbuka di Kabupaten PPU yang dinilainya telah membuka akses pendidikan tinggi secara luas bagi masyarakat.

“Pendidikan merupakan kunci membuka masa depan yang lebih baik. Kehadiran UT membuka akses menuju pendidikan tinggi yang terjangkau, fleksibel, dan setara dengan universitas tatap muka lainnya,” ujarnya.

Mudyat menekankan bahwa fleksibilitas pembelajaran jarak jauh menuntut mahasiswa memiliki kemandirian, kedisiplinan, dan semangat yang kuat. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi, baik intra maupun ekstra kampus, guna mengembangkan karakter, jejaring sosial, serta kreativitas yang akan menjadi bekal penting dalam dunia kerja.

Baca Juga:   Kinerja Meningkat, Perumda Danum Taka Sabet Penghargaan Nasional Top BUMD Bintang 4 di 2026

“Lulusan sarjana itu banyak, tapi yang dibutuhkan bukan hanya pintar, melainkan juga jaringan. Organisasi kampus memberi pengalaman dan memperluas wawasan. Inilah yang akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa di masa depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mudyat menegaskan bahwa keberadaan UT menjadi peluang emas bagi generasi muda PPU untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, terutama menghadapi tantangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Kita harus siap bersaing dengan SDM dari daerah lain. UT memberikan kesempatan luar biasa dengan biaya yang terjangkau, tapi yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa mampu meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi nyata bagi pembangunan,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.