PPU – Banjir kembali melanda Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Di Kelurahan Mentawir, sedikitnya 54 rumah dengan 147 jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak dini hari Kamis (8/1/2026).
Banjir terjadi sekitar pukul 03.00 Wita akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sepaku sejak Rabu (7/1/2026) dan menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap. Air merendam permukiman warga yang berada di area rendah dan sekitar bantaran sungai.
Laporan kejadian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sekitar pukul 09.15 Wita. Setelah laporan masuk, tim BPBD langsung bergerak ke lokasi terdampak sambil berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Setelah laporan masuk ke Pusdalops BPBD, tim BPBD PPU langsung menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait,” ujar Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.
Banjir di Kelurahan Mentawir melanda tiga wilayah rukun tetangga, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03. Berdasarkan data BPBD PPU, di RT 01 terdapat sembilan rumah terdampak dengan sembilan kepala keluarga atau 25 jiwa. Di RT 02, sebanyak 42 rumah terdampak dengan 42 kepala keluarga atau 108 jiwa. Sementara di RT 03 tercatat tiga rumah terdampak dengan tiga kepala keluarga atau 14 jiwa.
Secara keseluruhan, jumlah rumah terdampak mencapai 54 unit dengan total 54 kepala keluarga atau 147 jiwa.
Lurah Mentawir, Nelva Susanti, mengatakan ketinggian air saat banjir mencapai antara 1,5 meter hingga 2 meter di sejumlah titik permukiman warga.
“Alhamdulillah sudah berangsur surut,” tutur Nelva, Kamis (8/1/2026) malam sekitar pukul 22.07 Wita.
Ia juga menyampaikan sejumlah bantuan telah diterima warga terdampak, baik dari pemerintah daerah maupun unsur legislatif.
“Dari BPBD beras dan air mineral. Dari Dewan PKS, 150 nasi bungkus,” terangnya.
BPBD PPU mencatat, saat puncak banjir, tinggi muka air di halaman rumah warga berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter, sedangkan air yang masuk ke dalam rumah mencapai sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Hingga Kamis malam pukul 22.07 Wita, kondisi banjir di wilayah terdampak dilaporkan mulai surut.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD PPU juga melakukan koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terkait rencana usulan normalisasi Sungai Mentawir untuk mengurangi risiko banjir ke depan.
Penanganan banjir melibatkan tim gabungan dari BPBD PPU, Otorita IKN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan PKS, serta warga setempat. Dalam operasi tersebut, diturunkan tiga unit mobil operasional BPBD beserta peralatan penanggulangan bencana dan satu unit mobil operasional Otorita IKN.
“Secara keseluruhan kondisi terkini tinggi muka air di wilayah terdampak sudah mulai surut,” pungkasnya.
Pewarta: Riski Atmaja
Penyunting: Robbi Lalat



