NUSANTARA – Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) tercatat telah didarati sedikitnya 11 jenis pesawat sejak tahap uji coba hingga April 2026. Namun, bandara tersebut hingga kini belum beroperasi secara komersial karena menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengatakan rancangan aturan operasional masih dalam proses di tingkat pusat.
“Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sudah disampaikan oleh Otorita IKN kepada Presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg),” ujar Imam Alwan.
Sejumlah pesawat yang telah mendarat di bandara ini meliputi pesawat kepresidenan, militer, hingga pesawat uji coba. Di antaranya Boeing 737-400 milik TNI AU yang membawa rombongan pimpinan MPR RI, serta Boeing 737-900 yang digunakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pada Mei 2025, pesawat Boeing 737 seri kepresidenan/VIP juga mendarat dalam kunjungan resmi Wakil Presiden ke IKN. Sementara pada 2024, dua pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo turut mendarat, yakni Avro RJ-85 (BAE 146-200) pada 24 September dan Boeing Business Jet (BBJ) 737-800 pada 11 Oktober.
Sebelumnya, TNI AU telah melakukan uji coba pendaratan melalui proving flight menggunakan pesawat Boeing 737-200 dan Boeing 737-400.
Pengujian juga melibatkan pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk menguji kekuatan landasan pacu, serta CN-295 dan CASA C-212 pada tahap awal uji coba.
Selain itu, pesawat sipil seperti Bombardier Challenger CL 604 dan Beechcraft King Air juga digunakan dalam pengujian operasional dan kalibrasi sistem navigasi bandara.
Meski demikian, operasional komersial bandara masih menunggu kepastian regulasi. Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait tingkat pemanfaatannya, mengingat lokasinya relatif dekat dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Namun, keberadaan Bandara Internasional Nusantara dinilai tetap penting dalam mendukung konektivitas dan pengembangan kawasan IKN.
Bandara dengan landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter ini dinilai telah siap secara fisik. Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengaku terkesan saat pertama kali mendarat di bandara tersebut pada 20 April 2026.
“Kesan kami turun, kita dikagetkan dengan suasana yang membanggakan. Bandara Internasional Nusantara di IKN pertama begitu megah dan mewah,” ujarnya.
Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat



