BAM DPR RI Kawal Pembangunan IKN, Adian Napitupulu Soroti Masalah Tanah dan Tenaga Lokal di IKN

NUSANTARA – Sejumlah isu terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mendapat perhatian serius Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.

Wakil Ketua BAM DPR RI, Adian Napitupulu, yang hadir langsung ke Balikpapan dan Sepaku, menyoroti beberapa hal penting, termasuk persoalan pertanahan, hak masyarakat adat, perlindungan lingkungan, serta keterbatasan kesempatan kerja bagi tenaga lokal yang dijanjikan sebesar 30 persen.

Adian menegaskan, BAM akan memastikan semua masyarakat yang terdampak pembangunan IKN terdengar suaranya.

“Saya ingin memastikan, apakah ada masyarakat yang terdampak pembangunan IKN hadir di sini? Kalau tidak ada, nanti kami akan mencarinya sendiri. Jangan sampai terkesan disembunyikan,” ujar Adian.

Dari data yang diperoleh, pada pembangunan jalan kawasan di KIPP, jalan kawasan Hankam, dan Jalan Lingkar Sepaku, hanya 70 warga lokal yang terlibat, sementara tenaga non-lokal mencapai 625 orang. Hal ini menjadi salah satu perhatian BAM terkait keterlibatan masyarakat setempat.

“Perlu ada langkah konkret. Pembangunan IKN ini akan menimbulkan masalah-masalah baru. Tidak dapat dihindari itu. Yang terpenting, bagaimana menyelesaikan masalah itu,” tegas Adian.

Baca Juga:   Kedisiplinan Pegawai Dinilai Lebih Baik, Anggota DPRD PPU Minta Pertahankan Kinerja

Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembangunan IKN tidak dapat lagi dipergunjingkan.

Basuki berpegangan Perpres Nomor 79 Tahun 2025 yang pada beleid ada mengatur kepastian dan kelanjutan pembangunan IKN, termasuk jadi Ibu Kota Politik 2028.

“Dengan itu, kita sudah berada pada titik point of no return. Tidak ada lagi pilihan mundur. Maju terus,” jelas Pak Bas—sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, hingga 2025 jumlah ASN di IKN telah mencapai lebih dari 1.200 orang, Lalu di beleid perpres dituangkan lagi, akan memulai pemindahan ASN 1.700-4.100 orang. Sehingga hingga 2029 jumlahnya mencapai 9.500 ASN.

Infrastruktur dasar juga terus dikebut. Jalan tol menuju IKN tinggal tersisa 2,8 kilometer, dan Istana Wakil Presiden ditargetkan rampung Desember 2025. Selain pembangunan fisik, Otorita IKN juga membina UMKM lokal di Sepaku dan sekitarnya.

“Kami mohon doa, dukungan, dan masukan dari Bapak-Ibu sekalian. Kritik maupun saran akan kami terima sebagai bahan perbaikan,” lugas Pak Bas.

Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito turut hadir dalam kesempatan itu dan menyampaikan di antara topik pembahasan Kunker.

Baca Juga:   SPS Kaltim Usung Semangat Media Profesional dan Independen

“Lebih ke permasalahan lahan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Adian dan rombongan diajak Basuki berkeliling KIPP, melihat lokasi Istana Negara, calon kawasan legislatif-yudikatif, serta melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian lingkungan.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.