Arus Balik Lebaran 2026, Pelabuhan Ferry Penajam – Balikpapan Dipadati Kendaraan

Penajam Paser Utara – Arus balik Lebaran mulai terasa di Pelabuhan Ferry Penajam menuju Balikpapan (BPP), dengan antrean panjang kendaraan dan penumpang yang terjadi sejak pagi hingga malam hari, Minggu (22/3/2026).

Kepadatan arus penyeberangan ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Hari Raya Idulfitri, baik dari Penajam menuju Balikpapan maupun sebaliknya. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat bahkan terlihat mengular hingga keluar area pelabuhan.

Sejumlah penumpang harus menunggu berjam-jam untuk dapat masuk ke dalam kapal ferry akibat tingginya volume penyeberangan.

Salah satu penumpang, Iyan, mengaku telah mengantre sejak malam hari, namun belum juga berhasil naik ke kapal. “Saya antre dari sekira jam 8 malam, sampai saat ini masih antre menuju masuk kapal,” ujarnya.

Lonjakan penumpang ini diduga dipicu arus balik kunjungan Lebaran serta meningkatnya aktivitas masyarakat antarwilayah di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Penajam Paser Utara sendiri menjadi salah satu wilayah strategis dengan konektivitas tinggi ke Kota Balikpapan melalui jalur penyeberangan laut.

Baca Juga:   Karhutla Terjadi di Desa Girimukti, Tim Gabungan BPBD PPU Sigap Lakukan Pemadaman

Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang pada H+1 hingga H+3 Lebaran memang kerap terjadi di lintasan Balikpapan–Penajam. Pada periode Lebaran 2025, jumlah penumpang penyeberangan di rute tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang per hari yang dilayani puluhan armada perahu dan kapal penyeberangan.

Secara nasional, Kementerian Perhubungan juga telah memprediksi adanya lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Berbagai pengaturan penyeberangan pun dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pelabuhan.

Selain faktor arus balik, meningkatnya pergerakan masyarakat juga dipengaruhi terbukanya akses infrastruktur pendukung seperti Jalan Tol Pulau Balang yang kembali difungsikan sementara selama periode libur Lebaran 2026. Akses ini turut mendorong mobilitas masyarakat menuju dan dari wilayah PPU.

“Tapi kalau sudah malam, akses tol IKN kan ditutup, jadi pasti semua beralih lewat ferry,” ungkap ROni, pengendara lainnya.

Hingga malam hari, arus penyeberangan di Pelabuhan Ferry Penajam masih berlangsung dengan kepadatan tinggi. Petugas gabungan dari kepolisian dan instansi terkait terus berupaya mengatur lalu lintas kendaraan serta mempercepat proses bongkar muat kapal agar antrean tetap terkendali.

Baca Juga:   Gambarkan Potensi Besar Pariwisata Lokal, PPU Berhasil Raih Peringkat Keenam di Ajang APPI 2024

Meski terjadi penumpukan, situasi di pelabuhan secara umum masih kondusif. Penumpang diimbau tetap tertib mengikuti arahan petugas serta mengantisipasi waktu tunggu yang lebih lama selama puncak arus balik Lebaran.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.