Antutan Cocoa dan Kayankoa Bulungan Kaltara Ramaikan NFF di IKN

NUSANTARA – Produk cokelat andalan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), yakni Antutan Cocoa dan Kayankoa, ikut unjuk gigi dalam Nusantara Food Festival (NFF) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran keduanya menjadi bukti geliat usaha masyarakat Bulungan yang kini menjadikan kakao sebagai komoditas primadona daerah.

Dalam event bertajuk Sensasi Cokelat Nusantara 2025 yang berlangsung di Gedung Oval Galeri KIPP IKN, produk tersebut cukup laris diburu pengunjung. Selain kualitasnya premium, harga yang ditawarkan juga terjangkau.

Di antaranya, cokelat bubuk 250 gram dengan kadar cokelat 24 persen dibanderol Rp80 ribu. Ada pula kemasan bubuk siap seduh 25 gram seharga Rp10 ribu, serta cokelat batangan yang dijual Rp15 ribu. Varian rasa yang ditawarkan meliputi Dark Chocolate Chocobar, Milk Chocolate Chocobar, dan Dark Chocolate Milk Chocobar.

Produk ini dibuat dari biji kakao pilihan yang diproses dengan standar tinggi, menghasilkan cokelat lembut, alami, dan sehat. Tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan, Antutan Cocoa menjaga keaslian serta kebaikan alami dari setiap butir kakao.

Baca Juga:   Pembangunan Istana Wapres 24 Jam Nonstop, Target Rampung November 2025

“Ini produk buatan ibu-ibu di Desa Antutan, Bulungan, lho Pak,” ujar Siti Faridah, perwakilan produksi Antutan Cocoa di stand pameran. Menurutnya, sejak produksi ini sukses di pasaran, semakin banyak petani yang tertarik menanam kakao. Saat ini, terdapat sekitar 45 hektare lahan kakao produktif di desa tersebut.

“Kami mengambil bahan baku dari para petani untuk diolah, sehingga mereka semakin bersemangat menanam kakao,” tambahnya.

Sementara itu, Yuli Handayani, perwakilan Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Bulungan, menyebutkan Antutan Cocoa sudah berproduksi selama tiga tahun, sementara Kayankoa baru berjalan dua tahun.

“Diskoperindag melakukan pendampingan terhadap mereka. Produk ini juga sudah dipasarkan di sejumlah retail di Bulungan, salah satunya Family Mart,” jelasnya. Ia menambahkan, pihaknya tengah melakukan kurasi untuk masuk ke Alfamidi dan Indomaret. “Mudah-mudahan segera tersedia. Antutan Cocoa dan Kayankoa merupakan UMKM binaan Diskoperindag Bulungan,” imbuhnya, yang juga diamini rekannya Nitalati Sabela E.

Desa Antutan, Kabupaten Bulungan, kini perlahan meneguhkan diri sebagai salah satu pusat budidaya kakao di Kalimantan Utara. Dalam sebulan, kebutuhan kakao untuk produksi bubuk maupun batangan diperkirakan mencapai 50 hingga 100 kilogram. Desain kemasan produk ditangani langsung oleh Diskoperindag.

Baca Juga:   Transisi Kepemimpinan PPU, Zainal Arifin Siapkan Sarasehan Bersama Mudyat-Waris

Sebagai informasi, Antutan Cocoa dan Kayankoa menjadi peserta Festival Cokelat di IKN pada 20–21 September. Selain keduanya, tampil pula Cokelat Lung Anai dari Kutai Kartanegara (Kukar), Pesona Cokelat Bultiya produksi PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) Bulungan, serta Chacaos.id dari Balikpapan.

Sejumlah UMKM dari wilayah sekitar IKN juga ikut meramaikan festival ini, menempati stand di pelataran depan Gedung Oval Galeri. Di antaranya Kedai Sapukbuean, KTNA PPU, dan Nusantara Treasure dari Balikpapan yang memasarkan aksesori bertema IKN seperti topi, kaos, gantungan kunci, dan botol minum.

Acara ini turut dihadiri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, serta dimeriahkan dengan penampilan musikalitas.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.