SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa mendatang.
Namun, menurutnya, potensi wisata Kaltim tidak akan berkembang maksimal jika hanya mengandalkan mekanisme birokrasi dalam promosi. Ia menilai strategi yang lebih efektif adalah dengan melibatkan anak muda, khususnya konten kreator, YouTuber, hingga komunitas kreatif yang dekat dengan dunia digital.
“Kalau promosi pariwisata terlalu banyak biayanya di birokrasi, tidak akan bisa tersampaikan secara cepat. Harus menggunakan konten kreator, YouTuber, dan melibatkan mereka dalam eksplorasi desa wisata. Tapi tentu harus disertifikasi agar ke depan tidak menimbulkan masalah hukum,” jelasnya kepada Media Kaltim saat diwawancarai usai Rapat Paripurna ke-34 di Gedung Utama B, Senin (8/9/2025).
Ia menambahkan, Kaltim tengah memasuki fase penting setelah dominasi sektor pertambangan mulai berkurang. Karena itu, pemanfaatan bonus demografi dengan memberikan ruang bagi generasi muda menjadi langkah strategis.
“Ruang kebijakan dan kesempatan kerja untuk anak muda harus dibuka. Komunitas-komunitas kreatif juga perlu difasilitasi dan dijadikan lapangan pekerjaan baru. Karena hanya itu harapannya,” tegasnya.
Agusriansyah menekankan, pembangunan pariwisata tidak sekadar menambah PAD, tetapi juga menjadi solusi untuk menciptakan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. Ia berharap pemerintah daerah mampu merangkul komunitas, memfasilitasi ide-ide kreatif, sekaligus memastikan regulasi yang jelas bagi para pelaku industri kreatif.
Dengan begitu, Kaltim dapat bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pewarta: K. Irul Umam



