PENAJAM PASER UTARA – Pertunjukan stand up comedy bertajuk “Peran’G’Tau” sukses digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan menjadi pertunjukan stand up comedy berbayar pertama yang mampu menarik sekitar 100 penonton. Antusiasme penonton menjadi sinyal positif tumbuhnya kembali ekosistem seni pertunjukan dan komunitas stand up comedy di daerah tersebut.
Gelak tawa memenuhi lokasi pertunjukan saat dua komika asal Kalimantan Timur, Damlie dari PPU dan Rama dari Kabupaten Paser, membawakan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Keduanya saat ini tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta sekaligus aktif mengembangkan karier di dunia stand up comedy. Melalui tur bertajuk “Peran’G’Tau”, mereka menyambangi sejumlah daerah untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas jangkauan penonton.
Dalam penampilannya, Damlie dan Rama mengangkat berbagai pengalaman sebagai mahasiswa perantauan, mulai dari kehidupan anak kos, perbedaan budaya, perjuangan bertahan hidup di kota besar, hingga fenomena sosial yang mereka temui selama merantau.

Khusus Damlie, materi yang dibawakan juga berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai pemuda asal PPU yang membangun karier di luar daerah. Keresahan tersebut dikemas menjadi komedi yang ringan, namun relevan dengan kehidupan banyak anak muda.
Damlie sendiri merupakan komika yang berhasil meraih golden ticket pada ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 12 melalui komunitas Stand Up Indo Jogja.
Menurut Damlie, keberhasilan penyelenggaraan pertunjukan tersebut membuktikan bahwa stand up comedy memiliki peluang berkembang di Kabupaten PPU.
“Ini menjadi alarm atau kultur baru bahwa stand up comedy itu ada di PPU. Tidak perlu malu untuk tampil dan menceritakan apa saja di atas panggung. Stand up bisa menjadi ruang untuk menyampaikan keresahan, pengalaman, dan cerita hidup dengan cara yang menghibur,” ujarnya.
Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi. Seluruh tiket pertunjukan yang dijual melalui sistem berbayar habis terjual sebelum acara berlangsung.
“Ternyata antusiasmenya sangat baik. Kita menggunakan sistem ticketing dan alhamdulillah sold out. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami sendiri karena masyarakat ternyata sangat menerima pertunjukan seperti ini,” katanya.
Damlie berharap kesuksesan pertunjukan tersebut menjadi momentum kebangkitan komunitas Stand Up Indo PPU yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.
“Harapannya ini menjadi alarm penting bagi Stand Up Indo PPU untuk bangkit kembali setelah vakum cukup lama. Semoga ke depan ada lebih banyak panggung, lebih banyak komika lokal yang muncul, dan stand up comedy bisa menjadi kultur baru yang tumbuh di PPU,” tuturnya.
Keberhasilan “Peran’G’Tau” menunjukkan semakin terbukanya masyarakat PPU terhadap berbagai bentuk seni pertunjukan modern. Di tengah perkembangan daerah sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), hadirnya ruang kreatif seperti stand up comedy diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berekspresi sekaligus memperkaya ekosistem seni dan budaya lokal.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



