Penajam Paser Utara – Pembinaan atlet usia dini menjadi fokus utama Beruang Muda Academy dalam mencetak pemain basket masa depan. Akademi yang membina atlet usia 4 hingga 17 tahun itu menerapkan konsep Long-Term Athlete Development (LTAD) dengan menitikberatkan pada pengembangan kemampuan fisik, teknik, mental, dan karakter secara bertahap.
CEO Beruang Muda Academy, Arief, mengatakan pembinaan yang dilakukan tidak berorientasi pada prestasi instan, melainkan membangun fondasi yang kuat agar atlet mampu berkembang dan memiliki karier basket yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mengejar kemenangan dalam jangka pendek. Yang lebih penting adalah membentuk fondasi teknik, fisik, dan mental yang baik sejak usia dini agar atlet mampu bersaing dalam jangka panjang,” ujarnya.
Saat ini, Beruang Muda Academy membina atlet dalam tiga kelompok kemampuan, yakni Beginner, Intermediate, dan Advance, yang mencakup rentang usia 4 hingga 17 tahun.
Untuk kelompok usia 4 hingga 8 tahun, program latihan difokuskan pada pengembangan koordinasi motorik, pengenalan dasar bola basket, serta menumbuhkan minat anak terhadap olahraga melalui permainan edukatif.
Sementara itu, atlet usia 9 hingga 12 tahun mendapatkan pembinaan yang lebih terarah pada penguatan fundamental basket, seperti teknik dribbling, passing, dan shooting.
Adapun atlet berusia 13 hingga 17 tahun mulai diberikan materi yang lebih kompleks, meliputi taktik menyerang dan bertahan, peningkatan kondisi fisik, serta pembentukan mental bertanding untuk menghadapi kompetisi.
“Fundamental adalah kunci utama. Tanpa teknik dasar yang baik sejak usia muda, atlet akan kesulitan bersaing di level yang lebih tinggi. Karena itu kami sangat menekankan pembinaan dasar pada setiap pemain,” katanya.
Dalam proses latihan, metode pembelajaran disesuaikan dengan tahap perkembangan usia atlet. Anak-anak usia dini mendapatkan pendekatan visual dan permainan interaktif, sedangkan kelompok usia yang lebih besar menjalani latihan dengan intensitas lebih tinggi, termasuk analisis video pertandingan dan simulasi strategi permainan.
Selain pembinaan teknik, akademi juga aktif mendorong atlet mengikuti berbagai kejuaraan tingkat kota maupun provinsi. Menurut pihak akademi, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan atlet.
“Kompetisi adalah guru terbaik. Di sana pemain belajar menghadapi tekanan, mengambil keputusan dengan cepat, dan memahami kekurangan yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Sejumlah atlet binaan Beruang Muda Academy bahkan telah lolos seleksi tim kota untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi serta memperkuat sekolah masing-masing dalam berbagai kompetisi pelajar.
Meski demikian, pembinaan atlet usia muda masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dan aktivitas olahraga, serta kebutuhan sarana latihan yang memadai.
Untuk menjaga motivasi atlet, akademi berupaya menciptakan lingkungan latihan yang positif, kompetitif, dan menyenangkan melalui berbagai program kreatif, termasuk kegiatan olahraga berbasis komunitas yang melibatkan atlet dan keluarga.
Menurut Arief, dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan atlet usia muda.
“Orang tua adalah bagian dari tim. Dukungan moral, pengawasan, dan motivasi yang mereka berikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak selama menjalani proses latihan,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kemampuan bermain basket, Beruang Muda Academy juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan pantang menyerah kepada seluruh atlet.
Ke depan, akademi berharap ekosistem basket usia muda di Balikpapan dan Kalimantan Timur semakin berkembang melalui kompetisi yang lebih rutin, fasilitas yang lebih memadai, serta kolaborasi antara klub, pemerintah, dan organisasi olahraga.
“Kami ingin melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Harapannya, semakin banyak talenta basket dari Kalimantan Timur yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga profesional,” tutupnya.
Pewarta: Deddypz
Penyunting: Robbi Lalat



