Penajam Paser Utara – Genangan air kembali terjadi di wilayah RT 27, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, pada 2 Mei 2026. Sebanyak tujuh rumah terdampak dengan ketinggian air rata-rata mencapai mata kaki warga.
Lurah Petung, Achmad Fitriady, menjelaskan bahwa genangan tersebut disebabkan oleh kondisi wilayah yang relatif rendah serta minimnya saluran drainase kecil atau parit cacing di kawasan tersebut.
“Memang wilayah itu termasuk rendah dan saluran drainase kecil masih kurang, sehingga saat terjadi genangan air, alirannya tidak maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kejadian genangan sebenarnya bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. Namun, biasanya air cepat surut. Pada kejadian terakhir, genangan berlangsung lebih lama dibandingkan sebelumnya.
“Selama ini kalau terjadi genangan biasanya cepat surut, tapi kemarin itu agak lama,” katanya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) bersama UPTD PU Kecamatan Penajam langsung turun ke lapangan melakukan peninjauan. Survei dilakukan bersama pihak kelurahan, UPTD PU, serta PPSDA Kelurahan Petung untuk melihat kondisi eksisting sebagai dasar penanganan.
Sebagai langkah awal, dilakukan pengerjaan dengan menurunkan excavator mini untuk memperlebar saluran drainase serta pemasangan pipa pembuangan pada parit primer, termasuk di titik persilangan dengan jalan lingkungan.
Selain itu, Bidang Bina Marga dan Dinas PUPR PPU juga turut turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Pemerintah setempat berharap upaya tersebut dapat mempercepat aliran air dan meminimalisir potensi genangan serupa ke depan.
“Ya pastinya warga berharap ini bisa segera ditindaklanjuti, karena masyarakat langsung merasakan dampaknya,” tutup Fitriady.
Pewarta: Robbi Lalat



