DPRD Berau Minta Pelaku Usaha Siap Sambut Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran

BERAU – Momen libur Lebaran diprediksi akan membawa lonjakan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Kabupaten Berau.

Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah, untuk meningkatkan pendapatan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menyoroti pentingnya kesiapan pelaku usaha lokal dalam menyambut meningkatnya jumlah wisatawan tersebut.

Menurutnya, momentum Lebaran harus mampu dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM yang berada di sekitar kawasan wisata.

Ia menilai sektor pariwisata memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Ketika jumlah pengunjung meningkat, berbagai usaha seperti kuliner, penginapan, hingga penjualan oleh-oleh akan ikut merasakan manfaatnya.

“Ini kesempatan untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Tapi pelayanan harus tetap ramah, harga wajar, dan kebersihan dijaga agar wisatawan mendapat kesan baik,” ujarnya.

Sakirman menekankan bahwa kualitas pelayanan menjadi faktor penting yang dapat menentukan kenyamanan wisatawan.

“Jika pengunjung merasa puas dengan pelayanan kita, maka kemungkinan mereka akan kembali berkunjung atau merekomendasikan wisata kita ke orang lain,” tuturnya.

Baca Juga:   DPRD Berau Desak Penyelesaian Masalah TPP Tenaga Kesehatan RSUD dr. Abdul Rivai

Selain itu, ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan tingginya kunjungan wisatawan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

“Saya berharap seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, bisa bersama-sama menjaga kenyamanan dan kebersihan kawasan wisata,” pungkasnya.(adv)

Penulis: (Srn)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.