NUSANTARA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Rini Widyantini kembali menegaskan kesiapan pemerintah terkait pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Setelah melakukan kunjungan lapangan pada Februari lalu, Menteri Rini hari ini (10/3/2026) memimpin rapat pembahasan tindak lanjut pemindahan ASN di Jakarta.
Rapat fokus pada evaluasi kapasitas ruang kerja dan ketersediaan hunian bagi ASN yang akan ditempatkan di ibu kota baru. Pemerintah menekankan penataan pemindahan ASN secara bertahap agar proses transisi berjalan lancar dan sesuai kebutuhan operasional kementerian serta lembaga.
“Penapisan ini penting agar proses pemindahan ASN berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan operasional pemerintahan di ibu kota baru,” ujar Menteri Rini dalam keterangan resmi.
Selain mekanisme penapisan, rapat juga membahas penugasan ASN bertahap menyesuaikan kesiapan infrastruktur perkantoran dan fasilitas hunian di kawasan IKN. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin transisi pemerintahan berlangsung efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Menteri Rini sebelumnya meninjau sejumlah fasilitas perkantoran dan hunian ASN di IKN pada kunjungan 13 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, sehingga ASN dapat dipindahkan secara bertahap tanpa mengganggu kinerja pemerintahan.
Rapat dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian PAN RB, termasuk Wakil Menteri PAN RB Purwadi Arianto, Sekretaris Kementerian PAN RB Reni Suzana, serta Staf Ahli Menteri PAN RB Bidang Budaya Kerja Abdul Hakim.
Sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa pemindahan ASN ke IKN tidak dilakukan sekaligus, melainkan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, fasilitas pendukung, dan kebutuhan operasional kementerian maupun lembaga. Pendekatan bertahap ini juga dimaksudkan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan pemerataan geografis.
Rapat hari ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan proses penempatan ASN ke IKN berjalan lancar, transparan, dan mendukung penguatan administrasi pemerintahan di ibu kota baru Indonesia, Kalimantan Timur.
Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat



