Awal Ramadan 2026, Pasar Ramadan Petung Kembali Diserbu Warga Jelang Buka Puasa

PPU – Menjelang magrib, Jalan Poros Petung di Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU)  berubah wajah. Begitu juga pada Bulan Puasa 1447 Hijriah 2026 ini. Aroma gorengan bercampur wangi kolak menyeruak, tawa pembeli bersahutan, dan deretan lapak di Pasar Ramadan Petung dipadati warga yang berburu menu buka puasa.

Sejak pukul 16.30 Wita, arus orang mulai mengalir di jalur dua Petung sepanjang sekira 2 kilometer tersebut. Anak-anak menarik tangan orang tua, remaja sibuk memilih minuman dingin, sementara para pekerja pulang kantor singgah sebentar. Bagi warga Petung, pasar Ramadan bukan sekadar tempat belanja, ia menjadi ritual sore yang menandai datangnya waktu berbuka.

“Kalau sudah sore begini, rasanya wajib ke sini. Pilihannya banyak dan suasananya bikin semangat puasa,” kata Ayu, warga Petung yang datang bersama ibunya.

Ia mengaku sengaja datang lebih awal agar tak kehabisan kolak pisang favoritnya.
“Kolaknya sering cepat habis. Kalau telat dikit, tinggal sisa,” ujarnya sambil tersenyum.

Keramaian juga dirasakan Rian, pekerja harian yang rutin mampir sepulang kerja. “Lebih praktis beli lauk di sini. Tinggal panasin di rumah, buka puasa jadi cepat,” katanya.

Baca Juga:   Momentum HUT Ke-15, DPC Geridra PPU Gelar Bakti Sosial

Menurutnya, harga takjil di Petung masih ramah di kantong. “Masih masuk akal buat kami yang kerja harian,” imbuhnya.

Bagi pedagang, Ramadan membawa berkah tersendiri. Maman, penjual gorengan, menyebut penjualannya melonjak sejak pasar Ramadan aktif.

“Biasanya sore sepi, sekarang gorengan bisa habis sebelum magrib. Omzet naik, alhamdulillah,” ucapnya sambil terus menggoreng tempe.

Keramaian di Pasar Ramadan Petung diyakini masih dipengaruhi momentum awal Ramadan. Antusiasme warga cenderung memuncak pada hari-hari pertama puasa, ketika euforia berburu takjil dan menu berbuka masih tinggi. Seiring berjalannya waktu, intensitas kunjungan biasanya akan lebih stabil, meski tetap ramai pada akhir pekan.

Sejumlah pedagang meyakini lonjakan pembeli terjadi karena masih awal Ramadan. “Biasanya minggu pertama memang paling rame. Orang-orang masih semangat cari menu buka yang beda-beda,” katanya.

Hal senada diungkapkan pengunjung, Ayu. Menurutnya, suasana awal puasa selalu terasa lebih meriah. “Kalau awal Ramadan tuh vibes-nya beda. Rasanya pengin jajan ini-itu buat buka puasa. Mungkin nanti kalau sudah pertengahan, nggak seramai ini,” ujarnya.

Baca Juga:   Satpol PP PPU Kawal Pengamanan ODGJ Resahkan Warga di Pasar Nenang

Di sela hiruk pikuk, pasar Ramadan juga menjadi ruang temu warga lintas usia. Obrolan ringan soal menu buka puasa hingga kabar tetangga mengalir di antara antrean. Aktivitas ini turut menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai pedagang takjil, parkir, hingga UMKM rumahan.

Sejumlah warga menyebut harga bahan pokok di kawasan pasar relatif stabil. Aktivitas jual-beli di sekitar Pasar Petung Makmur menjadi rujukan banyak keluarga untuk belanja harian selama Ramadan.

“Sayur dan bumbu masih aman. Jadi belanja takjil di sini, belanja dapur sekalian,” kata Nur, ibu rumah tangga.

Menjelang azan, keramaian perlahan surut. Lapak-lapak mulai menutup, pembeli bergegas pulang. Namun denyut Pasar Ramadan Petung akan kembali besok sore, mengulang ritual yang sama. Yakni berbagi aroma, cerita, dan rezeki di bulan suci.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.