NUSANTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan rukyatul hilal di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan pemantauan hilal tersebut digelar di Tower D Rusun ASN 1 IKN, Selasa (17/2/2026).
Basuki mengatakan, Otorita IKN merasa terhormat karena kawasan tersebut ditetapkan sebagai salah satu dari 96 titik pemantauan hilal di Indonesia.
“Iya, saya kira kami dari Otorita sangat mendukung sekali untuk dilaksanakan pengamatan bulan di IKN ini. Merasa terhormat sekali IKN jadi salah satu titik pengamatan dari 96 titik pengamatan di Indonesia,” tegas Basuki di Tower D Rusun ASN 1 IKN, Selasa (17/2/2026) saat menghadiri rukyatul hilal.
Ia menambahkan, dua hari sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta untuk membahas kesiapan tersebut.
Menurut Basuki, keberadaan Masjid Negara IKN yang kini telah berfungsi menjadi salah satu alasan pemantauan hilal digelar di IKN. Ia menyebut Menteri Agama dijadwalkan hadir di IKN pada 2 Ramadan mendatang.
“Kalau tadi pertanyaannya kenapa datang ke sini, pertama memang ada Masjid Raya Negara yang sekarang yang sedang berfungsi. Nanti tanggal 2 Ramadan, bapak menteri akan hadir ke sini. Jadi merupakan satu kehormatan bagi Otorita,” jelas mantan menteri PUPR ini.
Basuki memastikan kesiapan Masjid Negara IKN dalam menyambut Ramadan telah optimal. Ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Saya juga sudah checking terakhir. Kami akan bikin bazar Ramadan supaya ada kedai untuk takjil. Kami akan siapkan juga tajil setiap hari selama Ramadan dan mungkin buka bersama seminggu sekali,” terang dia.
Terkait pengelolaan, Masjid Negara IKN berada di bawah tata kelola Masjid Istiqlal, Jakarta. Imam besar dan pengaturan tema ceramah termasuk penunjukan dai juga mengacu pada pengelolaan Masjid Istiqlal. Otorita IKN berperan sebagai pelaksana yang menyiapkan prasarana dan kebutuhan teknis lainnya.
Untuk pelaksanaan salat tarawih perdana, Basuki menyebut sekitar 700 jemaah telah menyatakan minat hadir berdasarkan pemantauan pendaftaran secara daring.
“Karena ini pertama, kita juga selalu memonitor dari online. Sekarang ini ada kira-kira interest 700 orang yang akan hadir. Karena kami harus menyiapkan takjilnya kan supaya jangan membazir, supaya jangan kurang,” tutup Basuki.
Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor : Nicha R



