PPU – Rencana pembangunan terminal angkutan antar desa (andes) Tipe C di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali tertunda. Proyek yang direncanakan berlokasi di belakang Pasar Nenang itu dipastikan belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, menyusul keterbatasan dan efisiensi anggaran daerah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Alimuddin, mengatakan pembangunan terminal andes tersebut belum dapat ditindaklanjuti pada tahun ini karena pemerintah daerah belum masuk ke tahap perencanaan teknis.
“Belum ada tindak lanjutnya. Perencanaannya pun belum kita lakukan karena defisit anggaran,” ujar Alimuddin, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran berjalan Dishub PPU belum mengalokasikan anggaran untuk penyusunan perencanaan teknis, termasuk Detail Engineering Design (DED). Kondisi fiskal daerah menjadi pertimbangan utama penundaan realisasi pembangunan.
“Untuk tahun ini belum ada. Perencanaannya juga belum,” katanya.
Sebelumnya, rencana pembangunan Terminal Tipe C di Penajam Paser Utara, khususnya di belakang Pasar Nenang, sempat dijadwalkan mulai direalisasikan pada 2025 dan bahkan telah masuk dalam APBD 2025. Namun, proyek tersebut mengalami penundaan akibat penyesuaian dan efisiensi anggaran pemerintah daerah, sehingga pelaksanaannya dikaji ulang untuk tahun anggaran berikutnya.
Dishub PPU sempat mengkaji agar pembangunan terminal andes Tipe C dapat dilanjutkan pada 2026 dengan target penyelesaian pada 2027. Namun, rencana tersebut dipastikan kembali gagal direalisasikan pada tahun ini karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Terminal Tipe C tersebut dirancang sebagai fasilitas transportasi publik yang representatif untuk menata angkutan kota dan angkutan antar desa, yang selama ini kerap berhenti sembarangan, sekaligus menjadi pusat aktivitas transportasi masyarakat di Penajam.
Alimuddin menuturkan, secara kewenangan terminal angkutan antar desa masih berada di pemerintah kabupaten. Namun, sambil menunggu pembangunan fasilitas baru, layanan transportasi andes untuk sementara masih bergabung dengan terminal yang ada saat ini.
“Untuk sementara tetap gabung di terminal yang ada. Transportasi tidak terganggu,” pungkasnya.
Pewarta: Robbi Lalat



