Abrasi Maratua Makin Parah, DPRD Berau Desak PUPR Susun Langkah Teknis Penyelamatan Pulau

BERAU – Ancaman abrasi di Pulau Maratua kembali menjadi sorotan serius DPRD Berau. Anggota Komisi II, Gideon Andris, menegaskan perlunya langkah penanganan yang terencana dan berbasis kajian teknis untuk menghentikan penyusutan daratan yang setiap tahun semakin terlihat, terutama di wilayah Kampung Teluk Harapan.

Disebutnya, kondisi terkini abrasi sudah masuk kategori mengkhawatirkan dan tidak dapat dibiarkan tanpa intervensi.

Sehingga ia menyarankan agar solusi jangka panjang dimulai dengan penyusunan kajian teknis oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau dan menentukan bentuk mitigasi paling efektif.

Ia mengungkapkan bahwa pembahasan awal mengenai pemasangan pemecah ombak sebenarnya pernah dilakukan. Bentuk perlindungan struktur pantai tersebut dinilai mampu mengurangi dampak gelombang besar yang menggerus garis pantai Maratua dari tahun ke tahun.

Gideon berharap pemerintah daerah tidak menunda penyusunan kajian teknis tersebut, mengingat abrasi yang terus berlanjut bukan hanya mengancam lingkungan pesisir, tetapi juga keberlanjutan permukiman dan sektor pariwisata di pulau unggulan Berau itu.

“Ini pekerjaan jangka panjang, tidak bisa selesai dalam hitungan hari. Tapi harus ada niat dulu, ada perencanaan awal yang disusun secara terukur,” tandasnya.

Baca Juga:   Pola Pembinaan Dinilai Lemah, DPRD Berau Minta Evaluasi Menyeluruh Jelang Porprov

Penulis: (Srn)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.