SAMARINDA – Kawasan Tenggarong Seberang Kaltim, masih sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian berskala besar. Secara lokasipun sangat mendukung bila harus melakanapa pola pebgembangan dan operasional dari hulu ke ilir.
Optimisme itu disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin.
Apalagi sebelumnya, telah ada pembahasan antara Gubernur Kaltim dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, terkait pengembangan kawasan pertanian produktif di wilayah Kaltim.
“Pak Gubernur sempat menyampaikan kepada saya bahwa di Tenggarong Seberang akan dikembangkan pertanian skala besar. Selain itu, Penajam Paser Utara juga diperhitungkan karena memiliki bentang daratan yang luas,” ungkap pria yang akrab disapa Ayub ini.
Menurutnya, Ketua Fraksi Partai Golkar itu menambahkan bahwa pengembangan kawasan ini menargetkan pemulihan lahan-lahan kritis agar menjadi lahan produktif yang bisa menopang sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Ia menjelaskan bahwa DPRD bersama Pemprov Kaltim telah melakukan diskusi dengan sejumlah perusahaan tambang, agar bekas area tambang yang sudah tidak produktif dapat direklamasi dan dimanfaatkan kembali.
“Lubang tambang memang agak sulit direklamasi. Tapi ada rencana untuk memanfaatkan lubang-lubang yang memungkinkan untuk dijadikan kawasan pertanian atau bahkan destinasi lain,” jelasnya.
Meski demikian, Ayub mengakui bahwa persoalan reklamasi hingga kini masih kompleks. Banyak kasus hukum yang belum tuntas serta minimnya realisasi reklamasi oleh perusahaan tambang.
“Kita harus percepat. Jika tidak, persoalan lima tahun lalu bisa saja belum selesai dalam lima tahun ke depan,” tegas legislator Dapil Kukar tersebut. (adv.dprdkaltim)
Penulis: Hanafi
Editor: Susanto



