Revitalisasi Pasar Sepaku, Pedagang Keluhkan Kios Sempit dan Akses Becek

NUSANTARA – Bangunan relokasi pedagang Pasar Sepaku di RT 17 Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, hingga kini belum rampung 100 persen. Sejumlah bagian kios masih tahap finishing, sementara akses keluar masuk pasar masih berupa tanah yang becek saat hujan.

Di atas lahan seluas 1.500 meter persegi, tersedia 53 unit los atau lapak. Rinciannya, 27 los basah dan 26 los kering, masing-masing berukuran sekitar 5 meter persegi. Ukuran ini dinilai pedagang terlalu sempit untuk menampung meja, rak, dan etalase.

Bangunan relokasi ini bersifat sementara. Materialnya menggunakan dinding tripleks berlapis vinyl bercorak logo khas IKN, atap zincalume, rangka baja ringan, dan lantai los dari paving block. Sementara koridor menggunakan grass block untuk mengurangi genangan air.

Salah seorang pekerja, Mulyana, mengungkapkan kios diperkirakan dapat ditempati pertengahan bulan September.

“Mungkin pertengahan bulan ini kali ya, pedagang mulai pindah,” tuturnya, Selasa (2/9/2025) malam.

Pria asal Jawa Barat ini menyebut ada bagian sendiri terkait hal itu. Dia hanya dapat mengatakan sebatas yang ia lihat di lapangan.

Baca Juga:   Ratusan Jamaah Ikuti Majelis Ilmu Umrah dan Haji Arminareka di Penajam

“Lebih jelasnya ada bagiannya sendiri. Tapi pedagang pasar sudah banyak kok yang lihat-lihat tempatnya,” terangnya.

Berdasarkan pantuan Media Kaltim di lapangan, los memang terbilang sempit. Beberapa pedagang bahkan menilai bangunan ini belum layak. Sementara dengan ukuran ruang yang hanya sekitar 2,5 x 2,5 meter maka tak heran jika pedagang kesulitan gerak.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pedagang Pasar Sepaku nampak datang dan melihat langsung lapak relokasi itu. Kunjungannya pun nampak diposting ke media sosial salah satu rekan mereka. Rata-rata para pedagang berkomentar tempat relokasi pasar tersebut belum layak.

“Tapi kita (pedagang) berpikir itu hanya sementara saja,” ucap Eko salah seoranv pedagang.

Menurutnya, ruang terbatas menyulitkan penyimpanan barang dan keamanan.

 

“Untuk menyimpan barang juga kurang aman, kecuali ada penjaga yang standby untuk keamanan di lokasi,” tegasnya.

Sementara itu, bangunan lama Pasar Sepaku kini hampir rata dengan tanah. Hanya tiga kios yang belum selesai dibongkar. Kondisi ini disayangkan pedagang, karena lokasi relokasi seharusnya siap lebih dulu sebelum pasar lama dibongkar.

Baca Juga:   Bupati PPU: Pendidikan Kunci Bangun SDM Kuat dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

Akibat keterbatasan itu, sebagian pedagang memilih menyewa tempat di Desa Bukit Raya, sementara lainnya bertahan di sekitar pasar lama demi menjaga pelanggan.

Sebagai informasi, relokasi ini disiapkan karena pasar utama Sepaku tengah direvitalisasi oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek pembangunan baru ditangani oleh PT PP Urban dengan target selesai 31 Desember 2025.

Pasar baru nanti akan terdiri atas dua bangunan berlantai dua, masing-masing seluas 980,78 m² dan 970 m², dengan total lahan 5.880 m².

Fasilitas penunjang mencakup ruang pengelola, ruang kesehatan, ruang pertemuan, TPST, utilitas, toilet, serta area parkir roda dua dan roda empat. Nilai proyek mencapai Rp124,3 miliar termasuk PPN.

Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.