PPU – Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Sengkerru, mewakili Bupati PPU Mudyat Noor membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Tahun 2025. Acara digelar di Gedung Graha Pemuda, Kilometer 08 Nipah-nipah, Penajam, Minggu (31/8/2025).
Dalam sambutannya, Andi menyebut peringatan HUT HIMPAUDI bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kiprah organisasi yang telah dua dekade membersamai pendidik PAUD.
“HIMPAUDI telah hadir, membersamai, dan memperjuangkan kepentingan tenaga pendidik serta anak-anak usia dini di seluruh Indonesia. Apa yang dilakukan para pendidik PAUD sesungguhnya adalah pekerjaan peradaban, membentuk karakter bangsa sejak usia dini,” ungkapnya.
Dengan mengusung tema “Dua Dekade HIMPAUDI Membersamai PTK PAUD Wujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan”, Andi memberikan apresiasi kepada seluruh pendidik PAUD di PPU yang tetap berkomitmen mendidik anak-anak meski dengan berbagai keterbatasan. Acara HUT ke-20 HIMPAUDI turut dihadiri Ketua PGRI PPU, Bunda PAUD kecamatan se-PPU, para penilik PAUD, dan pengawas TK.
Ia menegaskan, sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), PPU memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi unggul. Pemerintah daerah pun terus berkomitmen memperkuat dukungan terhadap PAUD melalui pembangunan sarana prasarana, peningkatan kapasitas guru, serta sinergi bersama HIMPAUDI dan mitra lainnya.
“Jika ingin melihat masa depan bangsa, lihatlah bagaimana kualitas pendidikannya hari ini,” tegas Andi.
Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD PPU yang juga Ketua Tim Penggerak PKK, Dewi Yuliana, menyampaikan kesiapan PKK bersinergi dengan HIMPAUDI untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak di PPU.
“Kami yakin membangun generasi emas tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita harus bergandengan tangan, bekerja bersama, dan saling mendukung. Mari jadikan PPU sebagai daerah ramah anak, rumah yang aman dan menyenangkan bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Penyunting: Robbi Lalat



