PPU – Ratusan honorer kategori R3 dan R4 di Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya mendapat kepastian. Pemkab PPU memastikan 1.194 di antaranya sudah memiliki formasi PPPK paruh waktu, kabar yang diungkap Sekda PPU Tohar usai aksi demonstrasi yang mewarnai halaman Kantor Bupati, Senin (11/8/2025).
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tohar menegaskan pemerintah daerah sudah menyiapkan formasi bagi ribuan tenaga honorer kategori R3 dan R4 yang belum terangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu.
Dari hasil seleksi tahap pertama dan kedua menyisakan 1.194 tenaga harian lepas (THL) yang akan diusulkan menjadi PPPK paruh waktu. Sementara formasi PPPK penuh waktu untuk 627 orang sudah terpenuhi.
“Yang paruh waktu ini kita usulkan mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP) terlebih dahulu. Setelah itu, secara gradual sesuai situasi dan kondisi, kita usulkan peningkatan statusnya,” jelasnya.
Tohar menyebut langkah ini sebagai peta jalan atau mapping penyelesaian persoalan honorer.
“Formasi sudah kita dapatkan, datanya mulai dientri ke BKN. Dari 1.194, sebanyak 925 sudah rampung pemberkasan, tinggal sedikit lagi,” ungkapnya.
Tohar menegaskan bahwa proses pengangkatan tidak bisa dilakukan secara instan. Hal ini berkaitan dengan berbagai petimbangan teknis yang perlu diperhatikan, serta kebijakan yang berlaku.
“Meracik kebijakan tidak bisa sekonjong-konyong. Pertimbangannya banyak, depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah, semua harus diperhitungkan. Kita jalankan sesuai prosedur nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, kewenangan penetapan tetap berada di instansi kepegawaian pusat. Maka dari itu, kebijakan ini akan terus dikoordinasikan kepada pemerintah pengampu yang di pusat.
“Pemberkasan administrasi dilakukan di daerah, tapi penetapannya dari pemerintah pusat. Jadi waktunya memang tidak sepenuhnya ada di kita (Pemkab PPU),” tutup Tohar.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat




