NUSANTARA – Pembangunan Pasar Sepaku telah berjalan selama dua pekan. Terlihat proses pancang bore pile (pondasi dalam) dan sebagian pengerjaan cut and fill lahan. Namun, para pedagang di bangunan pasar lama belum direlokasi.
Nampak para pekerja tengah memasang pagar penutup lokasi proyek menggunakan bahan modular dan rangka baja. Pagar tersebut melingkar, berbatasan dengan rumah penduduk di sisi utara dan bangunan pasar lama di sisi selatan.
Dua unit telescopic crawler crane terlihat beroperasi untuk mengangkat rakitan besi tulangan pondasi. Ada tiga ekskavator pengerjaan tanah—salah satunya kelas 5–6 ton—dan sejumlah dump truck enam roda yang keluar-masuk lokasi untuk mengangkut tanah.
Lahan yang semula berbukit dipotong dan dikeruk menggunakan ekskavator, lalu diangkut ke lokasi pembuangan di pinggir jalan poros RT 1 Desa Bukit Raya. Lalu lintas proyek dijaga oleh seorang petugas berseragam rompi oranye bertuliskan “PP” (Pembangunan Perumahan/Persero).
Pelaksana lapangan pembangunan pasar, yang disebut bernama Arga, menyatakan bahwa pengerjaan telah berlangsung sekitar dua pekan. “Ini sudah beberapa yang dipancang bore pile,” ucapnya di lokasi. Ia menyebut bangunan pasar ini terdiri dari dua lantai. “Lebar, kok, Pak. Dua ribuan meter persegi kurang lebih,” terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa seyogianya para pedagang sudah direlokasi. “Pekerjaan sudah mulai, seyogianya pedagang sudah direlokasi. Ini belum. Tapi pekerjaan tetap jalan,” ujarnya. Di lapangan, pedagang di pasar lama (bangunan kayu dua lantai) memang masih terlihat berjualan.
Opik, pedagang Rizky Telur, menyatakan akan tetap berada di area pasar dan tidak pindah ke lokasi relokasi yang disiapkan pemerintah di RT 17, samping Kantor Desa Suka Raja. “Terlalu jauh kalau di sana,” ujarnya, sambil menyebut akan berpindah ke tempat lain yang hanya berjarak puluhan meter dari lokasinya sekarang.
Mustafa, pelaku usaha lain di area pasar, perlahan membongkar sendiri bangunan tempat ia tinggal dan berdagang. “Aku udah bikin tempat di bawah (RT 7 Suka Raja), deket sungai. Lokasi lama,” tuturnya sambil mencongkel kayu-kayu bangunannya.
Lokasi pembangunan pasar mencakup lahan seluas 7.000–10.000 meter persegi. Namun, menurut informasi dari Sekretaris Desa Suka Raja, Hasbi Festiadi, lahan yang digunakan untuk pembangunan hanya sekitar 5.000 meter persegi.
“Sementara lahan relokasi pedagang sudah diratakan. Luasnya sekitar 2.000 meter persegi, tapi masih menunggu keputusan atau surat dari Pemprov Kaltim,” terangnya baru-baru ini.
Terpisah, Ketua RT 7 Suka Raja, Abdul Gani, menyampaikan bahwa relokasi pedagang dijadwalkan bulan ini. “Paling lama tanggal 21, Bang,” ujarnya melalui WhatsApp.
Proyek ini memiliki durasi pelaksanaan selama 186 hari, dimulai 26 Juni 2025 hingga 31 Desember 2025. Selain membangun pasar, proyek ini juga mencakup penataan Kawasan Sepaku sepanjang 1,5 kilometer, dari depan SDN 004 Sepaku di Desa Bukit Raya hingga SDIT Ma’arif di Suka Raja. Di kiri dan kanan jalan akan diambil masing-masing 3 meter sebagai Rumija (Ruang Milik Jalan), dengan lebar jalan total 7 meter.
Proyek juga mencakup pembangunan sejumlah pos jaga di kawasan delineasi IKN. PP Urban, sebagai pemenang tender proyek Penataan Kawasan Sepaku senilai Rp124,3 miliar, mengerjakan khusus pembangunan pasar secara penuh dari pagi hingga malam.
Pewarta: Riski MK
Editor: Agus S





