NUSANTARA – Proyek Penataan Kawasan Sepaku sepanjang 1,5 kilometer kini mulai berjalan. Yakni, mulai dari depan SDN 004 Sepaku di Desa Bukit Raya, hingga depan SDIT Ma’Arif di Suka Raja.
Program ini merupakan bagian dari upaya Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk menata kawasan strategis penyangga IKN yang lebih tertib, teratur, dan layak huni.
Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program tersebut. Ia juga mengajak masyarakat menyambut baik pembangunan infrastruktur yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga, termasuk pembangunan Pasar Sepaku yang menjadi bagian dari penataan tersebut.
“Penataan kawasan ini menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas tata ruang permukiman dan ruang publik. Menata kembali infrastruktur dasar seperti drainase, jalan lingkungan, berikut fasilitas umumnya,” terang Abimanyu, Senin (14/7/2025).
Abimanyu, yang pernah meraih predikat Camat Berprestasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 2024 ini juga menjelaskan, adanya penataan tersebut juga mengurangi potensi kawasan kumuh di titik tertentu di Sepaku dan meningkatkan daya saing lokal.
Bagi alumnus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) — sekarang IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) itu, pembangunan Pasar Sepaku merupakan langkah nyata dalam rangka meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pasar tradisional itu kan, jantung perekonomian masyarakat ya. Khususnya di wilayah ini. Nah, dengan adanya pasar yang lebih baik, kemudian representatif, bersih, tertata, lalu terintegrasi dengan sistem logistik modern, diharapkan akan mendongkrak laju perputaran ekonomi dan pendapatan para pedagangnya,” terangnya, Senin (14/7/2025).
Ia pun meyakini, dengan ditatanya kawasan tersebut nantinya dapat memberi ruang yang aman dan lebih nyaman bagi pedagang lokal, pembeli, maupun masyarakat sekitar.
“Saya yakin nantinya pasar ini akan ramai. Pendapatan masyarakat dan UMKM insya Allah ikut meningkat,” jelasnya.
Penataan Kawasan Sepaku seiring pembangunan IKN, diharapkannya dapat menjadi simpul pertumbuhan ekonomi guna mendukung ketahanan sosial-ekonomi wilayah kecamatan yang dipimpinnya.
Sebagai informasi, proyek ini dikerjakan oleh PT PP Urban, anak perusahaan PT Pembangunan Perumahan (Persero), dengan kontrak selama 189 hari kerja hingga akhir 2025. Ruas jalan sepanjang 1,5 km akan dibangun dengan sistem 3-7-3 — yaitu 7 meter lebar badan jalan dan masing-masing 3 meter untuk pedestrian di sisi kanan dan kiri jalan.
Plt. Deputi Sarana dan Prasarana OIKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan warga sekitar.
“Saya titip ya. Selain masalah kualitas, proses pengerjaannya juga dijaga. Keharmonisannya dengan masyarakat. Hati-hati melakukan pekerjaan ini. Sebab pekerjaannya bukan di tempat yang kosong. Bapak bekerja di area yang sudah ada aktivitasnya. Banyak masyarakat sekitarnya,” tegas Danis usai penandatanganan kontrak paket pekerjaan Penataan Kawasan Sepaku di Ruang Rapat Utama lantai 5 kantor Otorita IKN belum lama ini.
Sementara itu, Ketua RT 06 Desa Suka Raja, Sukiswanto, menyebutkan di wilayah RT 06 dan RT 07 setidaknya terdapat sekitar 70 pedagang kaki lima, dan sekitar 25 pedagang di pasar Tanah Kas Desa (TKD). Mereka diharapkan menjadi bagian dari revitalisasi ekonomi kawasan lewat penataan ini.
“Dan untuk pedagang di pasar TKD sebanyak 25 orang,” sebutnya.
Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R




