3.000 Jamaah Hadiri Halalbihalal di Masjid Negara IKN, Perkuat Kebersamaan dan Pendidikan

NUSANTARA – Sekitar 3.000 jamaah dari berbagai daerah menghadiri kegiatan halalbihalal dan silaturahmi di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus penutup rangkaian Wisuda Santri ke-XXII se-Kecamatan Sepaku.

Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Otorita IKN dan PGRI Cabang Sepaku. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga diisi tausyiah serta edukasi keuangan kepada masyarakat.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengajak seluruh peserta menjadikan momentum halalbihalal sebagai sarana memperkuat persatuan.

“Selamat datang di Ibu Kota Nusantara untuk Kyai, dan Bapak-Ibu semua, termasuk para guru. Mari kita jadikan momentum halalbihalal ini sebagai wadah kita untuk saling menguatkan kebersamaan,” ujar Alimuddin.

Kegiatan ini juga menghadirkan tausyiah dari KH. Anwar Zahid yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadan itu bulan daruah (pelatihan atau pendidikan), bulan dimana kita diberikan pelatihan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, di bulan-bulan berikutnya setelah ramadan atau syawal,” terangnya.

Baca Juga:   Operasi Zebra Mahakam 2023 di PPU Fokus Penertiban 8 Pelanggaran
Foto: Ribuan jamaah menghadiri kegiatan halalbihalal dan silaturahmi di Masjid Negara IKN yang dirangkaikan dengan Wisuda Santri se-Kecamatan Sepaku.

Turut hadir Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, yang menyoroti pentingnya peran tenaga pendidik dalam menerapkan nilai-nilai Ramadan di sektor pendidikan.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi dari Kantor Sekretariat Kerja Bersama Bank Indonesia IKN terkait pemahaman uang rupiah dan digitalisasi keuangan melalui penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran.

Kegiatan halalbihalal ini menjadi bagian dari penguatan aspek sosial di IKN, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam memperkuat nilai kebersamaan, pendidikan, dan literasi keuangan masyarakat.

“Nilai-nilai yang kita peroleh semasa ramadhan ini adalah hal yang kita bisa wujudkan, salah satunya dalam pendidikan. Kita sebagai PGRI harus hadir sebagai wadah termasuk untuk memperkuat sinergi dan persatuan antar guru, apalagi untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Penulis: Humas OIKN
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.