spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PHRI PPU Pastikan Masih Ada Hotel “Available” Jelang Upacara HUT RI ke-79 di IKN

PPU – Satu bulan menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79 tahun di Ibu Kota Nusantara (IKN) berbagai persiapan dilakukan. Termasuk memastikan terkait dengan penginapan yang akan dipakai oleh perangkat kementerian dan pemerintah pusat di daerah sekitar IKN.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Penajam Paser Utara (PHRI PPU), Sandri Ernamurti mengatakan bahwa seluruh PHRI di seluruh Kalimantan Timur memastikan hotel yang berada di bawah naungannya telah terbooking. Namun, perlu dipastikan terkait dengan pembayaran deposito yang tenggat kisaran awal Agustus 2024.

“Kalau di hotel kami, The Rich Hotel sudah dibooking Kemenko PMK (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), sebanyak 20 kamar dan telah di deposit, sisanya sekitar 14 kamar kami nggak bisa jual, soalnya ada bookingan dari PLN dan Pertamina,” ungkapnya, Rabu (10/7/2024).

Sandri ungkapkan dari informasi yang dirinya himpun, rata-rata setiap hotel telah dibooking  berasal dari kementerian. Namun, belum ada yang membayarkan deposit dan memberikan deadline deposit paling lama di tanggal 8 Agustus 2024. Tenggat pembayaran ini juga nantinya berkaitan dengan penjualan mitra online dari setiap hotel.

Baca Juga:   Finalisasi Dokumen VLR, Bambang Susantono: VLR SDGs IKN 2024 Akan Menjadi Peta Jalan Solusi Konkret SDGs dan Gambaran Baseline Area IKN

“Tapi kebanyakan di PPU masih available, tapi khusus Hotel Aqila sudah dibooking dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) RI, tapi belum ada deposit,” tambahnya.

Ia menjabarkan hotel di sekitar Kecamatan Penajam masih sangat available. Namun, untuk Kecamatan Sepaku sudah pasti penuh dibooking untuk persiapan menghadiri upacara HUT RI ke-79 tahun nanti.

“Tapi saya yakin semua akan terpakai, karena mereka mau tidur di mana kalau tidak di daerah penyangga IKN,” tambahnya.

Sandri juga menjelaskan begitu pun di daerah Kota Balikpapan, rata-rata pemilik hotel menginformasikan telah dibooking, namun belum membayar deposit. Ia memahami, belum dibayarkannya deposit ini berkaitan dengan prosedur administrasi yang harus dilalui, baik di kementerian juga kabupaten.

“Masih available lah, kalau dirincikan kita bisa sediakan sekitar 200 kamar lebih lah, karena ada hotel 10 hotel yang terdiri kurang lebih 20 sampai 30 kamar,” ungkapnya.

Paling banyak, Sandri merincikan, di Kecamatan Penajam. Sebut saja, Hotel IKA memiliki 36 kamar. Kemudian, Hotel Aqila memiliki 34 kamar dan The Rich Hotel memiliki 30 kamar. “Sisanya ya setiap hotel punya 15 sampai 20 kamar lah, di bawah 30 kamar,” tandasnya.

Baca Juga:   Gara-Gara Uang Sejuta, Warga Sotek Ditikam Mantan Suami

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER