spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

223 Rumah di 4 Desa dan Kelurahan di Sepaku Kebanjiran, Diduga Imbas Pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi

PPU – Curah hujan yang tinggi di Penajam Paser Utara (PPU) juga proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diduga menjadi penyebab utama bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kecamatan Sepaku. Di antaranya terdapat 4 desa dan kelurahan yang terdampak, Desa Suka Raja, Desa Karang Jinawi, Desa Bukit Raya dan Kelurahan Sepaku.

Seorang Jurnalis Warga, Arman Jais menuliskan dalam Tempo Witness bahwa terdapat 80 rumah yang terdampak dari banjir tersebut. Banjir ini terjadi sejak Senin pagi (24/6/2024), dan terus meningkat. Saat ini, banjir yang menggenang setinggi kurang lebih 2 meter melanda rumah dan sawah warga.

“Ini merupakan banjir terparah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” tulisnya.

Arman juga menjelaskan bahwa tak sedikit ternak warga ikut hanyut terseret banjir yang datang sejak subuh. Menurutnya, banjir ini akibat hujan mengguyur daerah hulu Sungai Sepaku.

Akibatnya, air meluap ke rumah-rumah warga. Pun karena jalurnya ditemboki pembangunan bendungan Sepaku-Semoi yang direncanakan sebagai cadangan air di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Baca Juga:   Komisi II DPRD PPU Tuntut Pemerintah Urai Masalah Distribusi Pupuk Subsidi

“Pembangunan intake sungai Sepaku atau Bendungan Sepaku, tepatnya di sebelah pemukiman warga RT 03, yang menutup Sungai Sepaku dan membuat tembok semen melebihi tinggi jalan utama kampung diduga turut memperparah banjir,” paparnya.

Arman juga menuliskan di artikel yang berbeda bahwa banjir telah menggenangi jalan poros menuju IKN di daerah Desa Suka Raja. Bahkan banjir yang melanda telah mencapai jalur utama poros IKN yang biasanya digunakan publik untuk melintas. Sampah-sampah plastik yang tidak diketahui asalnya pun mulai terlihat larut bersama banjir yang ketinggian terus meninggi.

“Sampah yang sebagian besar berupa sampah plastik seperti botol bekas air kemasan ikut mengotori pemukiman warga. Sampah tersebut hanyut dibawa oleh luapan sungai Sepaku. Banjir di Sepaku terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah hulu sungai Sepaku sejak Minggu (23/6/2024) malam,” ujarnya.

Jurnalis Warga lainnya, Mirwansyah juga menuliskan terkait dengan kondisi Kampung Balik yang telah digenangi air. Terlihat dirinya mengirimkan video berdurasi 30 detik terkait dengan aliran air yang deras di daerah Sungai Sepaku.

Baca Juga:   Pj Bupati PPU Harapkan Bujang Song dan Ngelok Bawe Benuo Taka 2024 jadi Agen Budaya Lokal

“Kampung Balik tergenang air sejak pagi, tingginya hampir 2 meter,” tuturnya.

Untuk diketahui, menurut data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU, setidaknya ada 223 rumah, 223 kepala keluarga (KK) dengan 884 jiwa menjadi korban. Terdiri dari 68 rumah/KK dengan 238 jiwa di Desa Karang Jinawi, 22 rumah/KK dengan 93 jiwa di Desa Suka Raja, 117 rumah/KK dengan 498 jiwa di Kelurahan Sepaku dan 16 rumah/KK dengan 55 jiwa di Desa Bukit Raya.

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER