spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Benarkan Ada Relokasi Warga Terdampak Pembangunan Bandara VVIP IKN, Makmur; Diganti dengan Rumah yang Layak

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun membenarkan akan ada rencana  relokasi warga terdampak pengembangan Kawasan Bandara Very-Very Important Person (VVIP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Terutama untuk pengembangan Eco City yang akan dibangun sebagai penunjang berjalannya Bandara VVIP IKN.

“Iya, direlokasi semua. Sudah kita siapkan zonasi yang berada dekat dengan Bandara,” ungkapnya, Selasa (11/6/2024) usai kegiatan Literasi Keuangan yang dilaksanakan PT Permodalan Nasional Madani di Dome Anden Oko.

Makmur mengatakan pergantian kerugian terdampak relokasi tersebut, salah satunya meliputi pergantian tanam tumbuh dari pemanfaatan lahan yang telah dilakukan. Selain itu, untuk pergantian lahannya, pihaknya melakukan pergantian melalui Reforma Agraria.

“Sekarang telah berjalan reforma agrarianya, lokasinya enggak jauh dari daerah tersebut. Nanti mereka bisa jualan dan pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” terangnya.

Dalam hal ini, Makmur memang  mengungkapkan bahwa rumah warga yang ada saat ini memang belum terdampak langsung. Akan tetapi, namun pihaknya akan melakukan penataan. Tidak hanya direlokasi, namun diberikan unit usaha kepada warga tersebut. Jumlahnya sekitar 940 KK yang terdampak, untuk lima kelurahan.

“Kelurahan Riko, Maridan, Pantai Lango, Jenebora dan Gersik,” tambahnya.

Baca Juga:   Budisatrio Dukung Modernisasi Alat Pertanian PPU untuk Penyangga Pangan IKN

Disinggung terkait apakah daerah yang berada di pesisir akan direlokasi, Makmur benarkan seluruh daerah yang akan terdampak bandara akan direlokasi. Keputusan tersebut diambil mengingat kebutuhan Bandara VVIP untuk keperluan pendaratan Pesawat Boeing A-380.

Begitu pun terkait dengan keresahan Nelayan yang rumahnya berada di Pesisir dan masuk ke dalam daerah terdampak daripada Bandara VVIP. Makmur mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan mesin kapal sekitar 40 mesin.

“Nanti kami bersama Bank Tanah dan Pemerintah Pusat akan bikin rumah-rumah di situ. Enggak bisa kayak (model rumah yang ada) sekarang. Masa rumah enggak ada jambannya? ,” tandasnya.

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER