spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tinjau Lokasi Tambang di Sesulu, Pj Bupati PPU Ambil Alih Penanganan dan Mediasi

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun membenarkan bahwa terdapat pencemaran bau bakaran batu bara di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kebupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hal ini berdasarkan tinjauan langsung pihaknya pada Sabtu (13/4/2024).

“Iya benar ada bau juga karena hujan panas, jadi terbakar itu batu bara yang tidak diangkat,” jelasnya.

Makmur menerangkan bahwa dirinya turun langsung ke lokasi tersebut karena  sebelumnya telah banyak dikeluhkan warga. Sebenarnya, pihaknya telah menerima laporan warga sejak lama, hanya menumpuk dikarenakan banyaknya pesan jejaring WhatsApp yang masuk.

Ia mengakui bahwa terdapat bau yang menyengat, sehingga mengakibatkan masyarakat sesak nafas. Oleh sebab itu, sebagai tindak lanjut dari tinjauan ini maka pihaknya akan melakukan mediasi dengan pihak Pemerintah Desa, PT Penajam Makmur Abadi (PMA), warga dan pihak terkait lainnya.

“Saya memang temukan itu batu baranya terbakar, karena (jaraknya) tidak ada 1 kilometer dari pemukiman warga,” terangnya.

Makmur mengatakan,  perusahaan ini memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP),  sehingga tidak mungkin melakukan penyetopan pekerjaan.

Baca Juga:   Sekretariat DPRD PPU Raih Penghargaan Terbaik Kedua Pengelola JDIH di Kaltim

Akan tetapi, lanjut Makmur, pihaknya masih memerlukan konfirmasi mengapa pengangkutannya lama dan mengakibatkan terbakarnya batu bara. Ia perintahkan untuk segera mengangkut batu bara yang telah digali tersebut agar tidak berdampak buruk bagi masyarakat.

“Jadi ini saya ambil alih untuk sementara dari kades (Sesulu) dan RT, yang pasti warga saya minta jangan sampai anarkis, itu juga investasi daerah.” tegasnya.

Disinggung terkait dengan pencemaran air yang dilakukan pihak perusahaan, Makmur menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan hingga ke persawahan. Nantinya akan diusulkan untuk membuat embung guna menampung air bekas galian tambang batu bara yang bersifat asam dan tidak layak konsumsi.

“Saya sudah tahu apa yang akan saya kerjakan, sudah semua tadi ditinjau,” pungkasnya.

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER