spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DP3AP2KB PPU Terus Intensifkan Pelayanan KB untuk Cegah Stunting

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) terus melakukan koordinasi dan upaya guna mempercepat penurunan stunting. Salah satunya dengan mengintensifkan pelayanan KB pada masyarakat.

Sekretaris DP3AP2KB PPU Siti Aminah menjelaskan, kondisi stunting di Kabupaten PPU cukup tinggi sebesar 27,67 persen dari pencapaian target 2024 sebesar 14 persen. Sehingga diperlukan kerja keras untuk mengurangi angka tersebut.

“Dukungan dan kerja sama dari berbagai sektor sangar diperlukan untuk mencapai target tersebut. Di mana hingga tahun 2024 mendatang target kita harus mencapai 14 persen mampu mengurai stunting ini,” jelasnya, Sabtu (16/9/2023).

Langkah upaya penurunan angka stunting dilakukan melalui peningkatan kesertaan keluarga berencana. Untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang berisiko stunting.

“Jadi kalau yang sudah stunting, paling tidak kita mempertahankan jangan sampai ada terjadi lagi stunting-stunting berikutnya di PPU,” katanya.

Dirinya berharap, dari upaya itu dapat meningkatkan komitmen stakeholder dan mitra kerja terkait di PPU dalam pelayanan KB tersebut. “Upaya dan Koordinasi dilakukan sebagai upaya mendukung program percepatan penurunan stunting melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB,” ujar Siti.

Baca Juga:   Tugu Latsitardanus Diresmikan, Makmur; Momentum Pembawa Semangat Baru bagi PPU

Siti menambahkan, tugas bersama dari BKKBN dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini dimulai dari masa pranikah hingga masa balita dalam keluarga, sehingga penyuluh terus ditingkatkan kepada masyarakat.

Maka dari itu, saat ini mereka tengah gencar memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah terkait hal tersebut di Kabupaten PPU. Karena di sini remaja mempersiapkan reproduksi perencanaan kapan akan menikah.

“Nah, jangan berencana kita menikah, tetapi menikah harus direncanakan dengan baik, sehingga dapat mempersiapkan reproduksinya agar terhindar dari stunting,” pungkasnya. (ADV/RM)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER