spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Respons Keluhan Jalan Rusak Jenebora-Gersik-Pantai Lango, Dinas PUPR PPU Turunkan Tim Survei

PPU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akhirnya merespons keluhan masyarakat terkait akses utama menuju Kelurahan Jenebora, Gersik dan Pantai Lango. Dengan melakukan survei di lokasi dan memastikan perbaikan dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Binamarga di Dinas PUPR Petriandy Pasulu melalui Pengawas Jalan dan Jembatan, Heriyanto menuturkan pihaknya telah melakukan pengukuran bagian jalan. Timnya memastikan tingkat kerusakan dan panjang kerusakan yang ada.

“Setelah masuk permohonan, Kami turun ke sana untuk memastikan lokasinya. Setelah diukur diperkirakan kerusakan dan perlu diperbaiki sekitar 3 kilometer,” jelasnya, Kamis (2/3/2023).

Sebelumnya, Dinas PUPR telah mendapatkan laporan keluhan warga yang mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Namun untuk melakukan kegiatan, pihaknya masih memerlukan pengajuan dalam bentuk proposal sebagai dasar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintahan setempat, dan permohononan mereka sudah masuk sebagai dasar kami bekerja. Sudah dipastikan jalan ini menjadi kewenangan kabupaten,” ungkapnya.

Pengawan Jalan dan Jembatan di Bidang Binamarga Dinas PUPR PPU, Hariyanto. (Deddy/RadarMedia)

Setelah proses pengukuran ini, Anto, sapaannya, memastikan perbaikan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Adapun pengerjaan akan dilakukan oleh UPT PU Penajam, pun penggunaan anggarannya.

Baca Juga:   Kontraktor Pembangunan IKN Punya Kewajiban Retribusi Pengelolaan Sampah ke Pemkab PPU

“Alat sudah mulai dipersiapkan untuk turun ke lapangan, karena mengingat proposal dari masyarakat sudah ada. Kemungkinan disposisinya akan langsung ke UPT PU Penajam, karena anggaran untuk penambahan agregat ada di UPT PU Penajam,” jelasnya.

Perbaikan yang akan dilakukan diperkirakan hanya pada kontruksi lapisan paling bawah (LPB). Jadi tindakan yang akan dilakukan yaitu penambahan agregat dan pengerasan saja.

Selain karena peningkatan di sana membutuhkan anggaran yang besar, juga ada beberapa alasan lain. Diantaranya ialah karena akses tersebut masuk dalam program jalan pendekat Jembatan Pulau Balang di Pemprov Kaltim.

“Awalnya kita melaksanakan program jalan itu, dikarenakan adanya program dari provinsi mereka mau tangani itu, mau menembuskan jalannya sampai ke Pulau Balang. Jadi Kita sudah dampingi, tapi sampai saat ini belum ada. Kami sudah menanyakan hal tersebut,” tutup Anto. (NRD/SBK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER