spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Posisinya Makin Membahayakan, Pasar Sepaku Perlu Direlokasi

PENAJAM – Posisinya yang berada tepat di pinggir jalan membuat keberadaan Pasar Sepaku mengganggu arus lalu lintas. Lebih dari itu, masifnya kendaraan yang lalu-lalang sejalan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), keberadaannya saat ini justru membahayakan banyak pihak.

Wakil Ketua II DPRD PPU, Hartono Basuki menegaskan keberadaan pasar satu-satunya di Sepaku tersebut perlu dipindahkan. Direlokasi ke tempat yang lebih representatif sebagai pusat perdagangan masyarakat.”Saya rasa pasar ini perlu direlokasi ke tempat yang lebih baik. Tidak di pinggir jalan seperti ini,” ujarnya Sabtu, (4/2/2023).

Lokasi pasar ini masuk wilayah Desa Suka Raja. Sejak berdirinya dulu, pasar ini sudah seperti ini dan terus berkembang seperti sekarang.

Pun karena semakin ramai, tak jarang para lapak pedagang ini tumpah ke jalan poros. Alhasil, setiap hari pasar akan membuat lalu lintas di sana macet parah.

“Itu membahayakan bagi yang melintas, juga membahayakan pembeli dan pedagang di sana. Apalagi saat ini semakin banyak mobil besar yang lewat, karena proyek IKN,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ketum PII: Rapimnas PII Akan Hasilkan Pemikiran Untuk Pembangunan IKN

Maka dari itu, ia meminta Pemkab PPU untuk dapat memberikan perhatian terhadap kondisi ini. Setidaknya disusun perencanaan relokasi pasar ke tempat baru.

Kemudian juga mensosialisasikan segera ke masyarakat. Karena untuk saat ini diakui bahwa pedagang tidak punya pilihan untuk berjualan di area lainnya.“Kita harus menyiapkan tempat baru untuk para pedagang,” tegas politikus daerah pilih Sepaku ini.

Selain menjadi tanggung jawab Pemkab PPU, menurutnya kondisi ini juga harus menjadi perhatian Badan Otorita IKN. Sebab, lokasi itu masuk dalam rencana kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.

“Permasalahan ini patut dipikirkan oleh otorita, lantaran Sepaku saat ini sudah menjadi ibu kota baru,” kata Hartono.

Koordinasi ini juga diperlukan untuk mengetahui desain tata ruang IKN. “Kita akan dorong untuk membangun pasar baru yang representatif. Harapan saya didukung anggaran pihak otorita dan lokasinya juga harus kita komunikasikan,” pungkasnya. (SBK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER