spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KIM Ditargetkan Jadi Motor Penggerak Kemajuan Desa

PASER – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Paser menyambut baik dibentuknya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), yang ditargetkan jadi salah satu motor penggerak kemajuan desa.

Ketua APDESI Paser, Nasri menyatakan, terbentuknya pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah desa berdampak pada pembangunan.

“Ini bisa menjadi motor penggerak bagi kami untuk melaksanakan pembangunan di desa,” ucap Nasri, Sabtu (19/11/2022).

Kepala Desa Olong Pinang di Kecamatan Pasir Belengkong itu menambahkan, berdasarkan data Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser, sudah ada 14 desa yang telah menerapkan program KIM.

Sehingga, desa yang dapat mengakses jaringan internet, perlu menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan dalam menjalankan program itu. Pasalnya, program untuk memublikasikan pembangunan desa memang diperlukan agar diketahui masyarakat.
Melalui program KIM, diharapkan, segala informasi pembangunan dapat dengan mudah diakses masyarakat. Terlebih lagi saat ini masyarakat juga semakin berkembang dan lebih memahami perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi semakin canggih, masyarakat juga sudah memahami penggunaan teknologi, dengan adanya KIM ini bisa mempermudah masyarakat untuk mengakses setiap informasi,” jelasnya.

Baca Juga:   DPRD Samarinda Soroti Banyak Jalan Rusak di Tengah Kota

Namun begitu, perlu diketahui bahwa saat ini di Kabupaten Paser masih terdapat beberapa desa yang belum tersentuh jaringan telekomikasi atau blank spot. Untuk itu Pemkab Paser diingatkan perlu menindaklanjuti masalah tersebut.

“KIM ini sangat tergantung pada kualitas jaringan, makanya perlu dituntaskan dulu permasalahan blank spot-nya,” ungkap dia.
Selain permasalahan blank spot, Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu diantisipasi. Mengingat tidak seluruh masyarakat di desa bisa dan mengerti penggunaan teknologi berbasis internet.

“Makanya perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa, supaya masyarakat juga bisa paham, sehingga keberadaan KIM nantinya bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” paparnya. (bs)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER