spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hamdam Langsung Uji Coba Layanan Call Center 112

PENAJAM – Plt Bupati Penajam Paser Utara (PPU) langsung mengujicoba layanan call center siaga 112. Fasilitas baru ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kesiapan daerah dalam menghadapi potensi kedaruratan seiring perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Layanan darurat dengan nomor panggilan 112 dan aplikasi tanggap darurat diluncurkan pada Kamis (10/11/2022), usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Halaman Kantor Bupati PPU.

“Saya menyambut baik atas peluncuran call center 112 pada hari ini, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Saat peluncuran dilaksanakan pula simulasi penggunaan call center siaga 112, diperagakan langsung oleh Hamdam di hadapan peserta upacara.

Orang nomor satu di PPU saat ini itu memperagakan dengan perumpamaan terjadi kebakaran di depan Kantor Bupati PPU. Dalam hitunggan menit, tim pemadam kebakaran dan sejumlah tim medis datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan sigap.

Ia mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya dalam peningkatan layanan publik yang semakin handal dan paripurna pada masyarakat. Karena termasuk fasilitas yang memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat (emergency) di mana dan kapan saja bisa diakses.

Baca Juga:   Soal Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Babulu, Kemen PPPA Sebut Satu Desa Punya Tanggung Jawab

Adapun layanan kegawatdaruratan yang disediakan mencakup kebakaran, kecelakaan, kerusuhan, bencana alam. Hingga penanganan masalah kesehatan, gangguan keamanan serta ketertiban umum maupun keadaan darurat lainnya secara terpadu.

“Dengan cepatnya penanganan atau pertolongan ke masyarakat yang sedang menghadapi keadaan darurat. Tentu akan mengurangi dampak fatal dan merusak yang bisa dialami masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Hamdam mengungkapkan PPU sebagai daerah penyangga IKN sudah sepatutnya memiliki layanan ini. Salah satunya sebabnya akibat adanya potensi pertumbuhan jumlah penduduk.

Ia menilai, semakin banyak penduduk tentu akan semakin besar kemungkinan terjadinya kondisi darurat yang dialami masyarakat. “Karenanya ke depan keberadaan layanan call center 112 di PPU akan sangat bermanfaat dalam menghadapi kejadian kedaruratan yang dialami masyarakat setelah berpindahnya ibu kota negara,” bebernya.

Untuk diketahui, aplikasi tanggap darurat saat ini dikelola melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) PPU yang terkoneksi dengan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), RSUD Ratu Aji Putri Botung, Satpol-PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas PUPR, Dinas Sosial (Dissos), Polres PPU, Kodim 0913/PPU dan beberapa lagi.

Baca Juga:   Maju di Pilkada 2024? Makmur Marbun; Saya Tunggu Intruksi Presiden

Kepala Dinas Kominfo PPU, Budi Santoso menyampaikan, sebelum peluncuran pihaknya telah beberapa kali menggelar pertemuan dalam rangka menginventarisasi persiapan yang ada di OPD terkait. Serta mengidentifikasi persoalan-persoalan yang terjadi dan akan menjadi persoalan bagi OPD ketika sistem aplikasi 112 tersebut sudah diaktifkan.

“Layanan ini gratis. Jadi setiap ada laporan masuk, call taker akan terus bersiaga menerima dan menindaklanjuti dengan menginformasikan ke OPD terkait sesuai dengan jenis kedaruratannya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya itu, kedaruratan juga telah dibagi dalam beberapa jenis agar lebih memudahkan identifikasi penanganannya oleh OPD. Termasuk pula penanganannya dijalankan sesuai Setandar Opesianal (SOP) masing-masing OPD.

“Saat ini memang masih di Dinas Kominfo, direncanakan hingga Desember mendatang. Nanti selanjutnya ketika sistem ini sudah berjalan, komando akan kita serahkan ke BPBD PPU,” tutup Budi. (Sbk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER