spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gelar Workshop di PPU, Hetifah Tekankan Pentingnya Asesmen Nasional

PPU – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian bekerjasama dengan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tenologi (Kemendikbudristek RI) menyelenggarakan Penguatan Kapasitas. Bertajuk “Workshop Pendidikan Monitoring Evaluasi Asesmen Pendidikan”, di Hotel Ika, Petung (9/12/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 50 kepala sekolah dan guru dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Bertindak sebagai narasumber diantaranya Hetifah menyampaikan bahwa Asesmen Nasional (AN) bukan hanya sebagai rapot yang mengukur kompetensi siswa.

“AN bukan sekedar alat pengganti UN yang terbatas pada mengukur nilai/kompetensi siswa. Namun, AN juga berupaya memetakan potret mutu dunia pendidikan di segala jenjang dengan lebih holistik,” ujar legislator Golkar tersebut.

Menurut dia, AN menjadi alat bantu untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran. Yang berorientasi pada perbaikan bukan pada perbandingan antar siswa, sekolah dan daerah.

“Agar AN berhasil, peserta harus mengisi pertanyaan-pertanyaan dengan sejujur-jujurnya, dan adanya sinergi pemerintah pusat-daerah-satuan pendidikan,” tegas Hetifah.

Workshop pendidikan ini merupakan kegiatan berseri yang digagas Hetifah. Di mana sebelumnya Hetifah melaksanakannya di berbagai kabupaten/kota di Kaltim, sebagai upaya peningkatan kapasitas para guru di Kaltim.

Baca Juga:   Syahrudin Gelar Reses di Waru, Masyarakat Butuh Peningkatan Skill Hadapi IKN

Selain dirinya, ada bebera narasumber dihadirkan. Diantaranya, Junus Simangunsong (Pengembang Penilaian Pendidikan Ahli Madya), Mukhtar (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kalimantan Timur), Alimudin (Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU), Salmani, dan sebagai moderator Jukianta (Kepala SMK 2 PPU).

Mukhtar mengatakan bahwa kebijakan Merdeka Belajar saling berkaitan demi menciptakan ekosistem yang kondusif. “Mulai dari perlakuan terhadap siswa, guru, sekolah, kurikulum, hingga evaluasinya,” paparnya.

Kemudia, Alimudin menyampaikan bahwa ada Pemerintah Kabupaten PPU berinovasi dalam hal pendidikan. Seiring dengan disahkannya Undang Undang Keolahragaan, Pemerintah PPU menyiapkan beberapa sekolah keolahragaan guna melahirkan atlet-atlet unggulan daerah.

“PPU menjadi contoh daerah-daerah lain, kuncinya satu yaitu membiarkan para kepala sekolah berkreasi,” jelasnya.

Sementara Salmani menyebutkan bahwa mutu diukur menggunakan 3 instrumen. Yaitu asesmen, kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar.

“Sekolah yang efektif memiliki ciri dari pengajaran yang baik, sampai program dan kebijakan sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif,” tutupnya. (SBK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER