spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Barista di PPU Terima Pelatihan Peningkatan Kompetensi Songsong IKN

PPU – Barista di Penajam Paser Utara (PPU) menerima pelatihan peningkatan kompetensi. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk masyarakat Benuo Takan dalam menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.

Pelatihan barista ini masuk dalam program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Mobil Training Unit (MTU) yang ada di Kecamatan Waru, PPU. Pelatihan yang dilaksankan oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda ini merupakan dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

Instruktur Barista, Nugraha Pradana menuturkan pelatihan ini ditujukan bagi masyarakat PPU agar bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan IKN. Adapun pelatihan barista kali ini diikuti oleh pelaku usaha kopi yang ada di PPU.

“Antusias dan semangat peserta di sini sangat bagus. Mereka mau belajar dan berkembang, terlebih mereka juga pelaku usaha yang ingin benar-benar ingin upgrade knowladge agar tidak tetinggal dengan daerah lain,” ujarnya, Minggu, (11/12/2022).

Durasi pelatihan digelar selama 16 hari. Jumlah peserta yang dilatih sebanyak 80 peserta yang terdiri dari 16 peserta pada masing-masing program pelatihan.

Baca Juga:   DPRD PPU Apresiasi Prestasi Pemkab, Bijak; Jangan Berhenti di Adipura

Diakhir pelatihan akan diadakan sertifikasi kompetensi kerja (assesmen) oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang membidangi kelima program tersebut. Nugraga menyebutkan program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan attitute SDM di Wilayah Waru dan sekitarnya dalam rangka mendukung IKN.

“Budaya seperti ini harus dijaga dan ditularkan agar proses saling ajar terus berjalan. Agar komunitas ini bisa semakin berkembang dan eksis,” ujarnya.

Adapun materi kebaristaan yang diajarkan pada training ini adalah, pengenalan kopi dari hulu hingga hilir. Kemudian cupping, perhitungan HPP, penggunaan alat dan mesin kopi, pembuatan resep menu dan hospitality.

Di Waru sendiri, terdiri dari 5 program pelatihan, yakni pembuatan pakan ikan, pembudidayaan ikan air tawar, cinematography, pembuatan roti dan kue, serta Barista. Pelatihan ini dianggap merupakan salah satu program yang sangat baik, untuk medukung berkembangnya UMKM di daerah-daerah seperti di PPU.

Nugraha menilai bisnis foof and beverage cukup berkembang khususnya kedai kopi. Jadi tinggal mengimbangi para pelakuknya dengan knowladge dan skill yang memadai. Untuk memberikan hasil terbaik untuk costumer dan mampu mengedukasi dan mengembangkan perekonomian lokal.

Baca Juga:   IKN Nusantara, Simbol Indonesia Memiliki Kekuatan Ekonomi Besar 

“Di sini (di PPU) ‘kan ada history kopi juga, seharusnya itu masih bisa dipertahankan di masa sekarang. Karena harga kopi sebenarnya tidak pernah turun dan stabil. Semoga kawan-kawan di sini bisa menumbuhkannya kembali kopi yang ada di PPU ini agar dapat melestarikannya dan mandiri dari hulu hingga hilir,” pungkas Nugraha. (SBK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER