Selamat Jalan Troy Pantouw, Sahabat Media di IKN

Saya tidak menyangka, pertemuan di acara Pengukuhan Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim di Grand Tjokro Balikpapan, pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu, menjadi pertemuan terakhir saya dengan Troy Harold Yohanes Pantouw.

Saat itu, Pak Troy hadir sebagai Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Ia menjadi salah satu pembicara yang menjelaskan perkembangan pembangunan ibu kota baru. Seperti biasanya, penyampaiannya sistematis dan mudah dipahami.

Saya tidak pernah membayangkan itulah pertemuan terakhir.

Saya mulai mengenal Pak Troy lebih dekat ketika Media Kaltim menggelar Fun Run di kawasan IKN pada Mei 2025. Saat itu kami menjadi media pertama yang menyelenggarakan event olahraga skala besar di kawasan IKN.

Persiapannya tidak mudah. Banyak hal yang harus dikoordinasikan, mulai dari perizinan, pengamanan, hingga teknis pelaksanaan di lapangan.

Di situlah komunikasi kami mulai intens. Pak Troy menjadi salah satu orang yang banyak membantu kelancaran koordinasi. Hampir setiap kebutuhan informasi selalu direspons dengan baik. Kalau sedang rapat, ia biasanya akan membalas setelah selesai. Kalau belum memiliki jawaban, ia tidak pernah memberikan informasi yang mengambang. Ia memilih memastikan dulu sebelum menyampaikan kepada media.

Bagi kami yang setiap hari bekerja mencari dan memastikan kebenaran informasi, sikap seperti itu sangat membantu.

Setelah Media Kaltim membuka Biro IKN, komunikasi semakin sering dilakukan melalui Kepala Biro kami, Rizky Maulana. Hampir setiap agenda Otorita IKN selalu ada koordinasi.

Kadang soal konferensi pers, kunjungan pejabat, perkembangan proyek, hingga sekadar meminta konfirmasi atas informasi yang beredar. Pak Troy hampir selalu membuka ruang komunikasi.

Baca Juga:   Bandara VVIP IKN Resmi Laik Operasi, Tinggal Tunggu Regulasi Penerbangan Umum

Ia paham bahwa wartawan membutuhkan informasi yang cepat. Di sisi lain, ia juga menjaga agar informasi yang keluar tetap akurat. Sikap seperti itu tidak selalu mudah ditemui.

Beberapa pekan sebelum kepergiannya, kami masih sempat berkomunikasi. Menjelang pelaksanaan Media Kaltim Network Appreciation Night di Harris Hotel Samarinda pada 14 Juli 2026, Media Kaltim menyampaikan undangan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, para deputi, serta sejumlah pejabat Otorita IKN, termasuk Pak Troy Pantouw.

Pak Troy menerima undangan tersebut dan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih. Namun, karena pada saat yang sama Otorita IKN memiliki agenda yang telah terjadwal, beliau tidak dapat hadir. Kepala Otorita IKN beserta para deputi juga berhalangan karena kesibukan menjalankan agenda di IKN.

Meski demikian, Otorita IKN tetap memberikan perhatian dengan mengutus Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, untuk mewakili institusi menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night.

Kehadiran beliau menjadi bentuk penghormatan sekaligus memperlihatkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Otorita IKN dan Media Kaltim.

Saat itu saya berpikir kami akan bertemu di kesempatan lain. Ternyata tidak. Undangan yang belum sempat dipenuhi itu menjadi salah satu komunikasi terakhir kami dengan Pak Troy.

Rusun ASN 3 Tower 6 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, lokasi ditemukannya Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (25/7/2026) malam. (Foto: Rizky/Media Kaltim)

Karena itulah, saya cukup kaget ketika menerima kabar Pak Troy meninggal dunia pada Sabtu (25/7). Selama ini saya tidak pernah mendengar beliau memiliki riwayat penyakit yang serius.

Baca Juga:   Backpaker Murah Bali–Singapura–Malaysia (2): Dari Masjid Malabar ke Marina Bay dan Sepiring Briyani

Terakhir saya melihat aktivitasnya, beliau masih tampak sehat, aktif menghadiri berbagai kegiatan, dan tetap menjadi wajah Otorita IKN di hadapan media. Bahkan beberapa kali saya melihat unggahan aktivitasnya di kawasan IKN seperti biasa.

Dari informasi yang saya terima dari rekan-rekan Media Kaltim Biro IKN, kemudian diperkuat keterangan resmi kepolisian dan Otorita IKN, sekitar pukul 06.00 WITA Pak Troy sudah bangun dan beraktivitas seperti biasa di kamar huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6, Kamar 102, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.

Hari itu sebenarnya beliau memiliki agenda memimpin ibadah di sebuah gereja di Balikpapan. Sekitar pukul 08.00 WITA beliau dijadwalkan berangkat.

Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area Rusun ASN 3 Tower 6 usai penemuan jenazah Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw. (Foto: Rizky/Media Kaltim)

Namun waktu terus berjalan. Sopir pribadi mulai menghubungi beliau. Tidak diangkat. Beberapa rekan kerja ikut mencoba menelepon. Tetap tidak ada jawaban.

Mereka mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Pak Troy dikenal disiplin terhadap waktu. Jika ada agenda, hampir tidak pernah terlambat tanpa memberi kabar.

Di saat yang hampir bersamaan, petugas kebersihan yang hendak membersihkan kamar juga tidak bisa masuk karena pintu terkunci dari dalam.

Kekhawatiran semakin besar. Pengelola rusun kemudian berkoordinasi dengan kepolisian.

Sekitar pukul 13.47 WITA laporan diterima Polresta Kawasan IKN. Polisi bersama petugas pemadam kebakaran mendatangi lokasi. Pintu kamar beberapa kali diketuk sambil memanggil nama korban, tetapi tidak ada respons.

Akhirnya petugas memutuskan masuk melalui jendela. Di dalam kamar, Pak Troy ditemukan sudah meninggal dunia.

Tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah dievakuasi ke RS Hermina IKN, kemudian dirujuk ke RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sambil menunggu kedatangan keluarga dari Jakarta.

Baca Juga:   Pusat Oleh-Oleh IKN Center Kuta Rekan Tatau, Pasar Produk UMKM Lokal PPU

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi tindak pidana.

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di depan kamar 102 Rusun ASN 3 Tower 6, tempat Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, ditemukan meninggal dunia. (Foto: Rizky/Media Kaltim)

Belakangan Otorita IKN menyampaikan bahwa berdasarkan informasi keluarga, Pak Troy memang memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat.

Dugaan sementara, beliau meninggal karena faktor kesehatan. Meski demikian, seluruh prosedur pemeriksaan tetap dilakukan oleh kepolisian.

Yang paling saya ingat dari Pak Troy adalah cara beliau berkomunikasi dengan wartawan.

Beliau terbuka, mudah dihubungi, dan tidak pernah membedakan media besar maupun kecil. Sikap itu yang membuat banyak wartawan menghormati dan mengenangnya.

Saya masih menyimpan dokumentasi saat Fun Run Media Kaltim di IKN pada 2025. Saya juga masih mengingat undangan Media Kaltim Network Appreciation Night yang belum sempat beliau penuhi. Saat itu saya mengira kami hanya menunda pertemuan. Ternyata, itulah salah satu komunikasi terakhir kami.

Selamat jalan, Pak Troy.

Terima kasih atas persahabatan, keterbukaan, dan komunikasi yang selama ini terjalin dengan Media Kaltim.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh amal baikmu, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan Ibu Shinta, kedua putra, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Bagi kami di Media Kaltim, Pak Troy bukan hanya Juru Bicara Otorita IKN. Beliau adalah mitra yang selalu terbuka dan menghargai kerja jurnalistik. Itulah sosok yang akan kami kenang. (*)

Oleh: Agus Susanto

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.