PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, menginventarisasi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana setelah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah satuan pendidikan. Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat ruang belajar yang kurang layak hingga fasilitas sanitasi yang memerlukan perhatian.
Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, mulai memetakan sekolah-sekolah yang menjadi prioritas rehabilitasi guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
Langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil kunjungan langsung ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah Kabupaten PPU. Dalam peninjauannya, Waris menemukan masih terdapat ruang kelas yang difungsikan sekaligus sebagai tempat penyimpanan peralatan olahraga serta kondisi toilet yang dinilai belum memadai.
“Saya datang langsung ke sekolah-sekolah. Ada yang ruang belajarnya masih bercampur dengan barang-barang alat olahraga. Kemudian kondisi kamar kecilnya juga menjadi perhatian,” katanya.
Menurut Waris, pendataan secara langsung diperlukan agar pemerintah daerah dapat menentukan skala prioritas pembangunan berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan semata-mata mengacu pada laporan administrasi.
Ia menegaskan, metode turun langsung ke sekolah memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan setiap satuan pendidikan.
“Saya inventarisir sekolah mana yang harus diperbaiki. Saya lebih memilih turun ke lapangan, melihat langsung kepala sekolahnya, bertanya kepada guru, bahkan masuk ke ruang kelas dan berdialog dengan murid,” ujarnya.
Selain menyoroti kondisi fisik sekolah, Waris juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas manajemen sekolah. Menurutnya, kepala sekolah harus membangun komunikasi yang baik dengan para guru agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembinaan karakter peserta didik melalui penerapan disiplin dan pola pembelajaran yang tepat.
“Kepala sekolah harus membangun komunikasi dengan guru. Cara belajar siswa juga harus diperbaiki sehingga pembinaan karakter berjalan dengan baik,” katanya.
Pemerintah Kabupaten PPU, lanjut Waris, akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Hasil inventarisasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Sebagai pimpinan kita harus proaktif. Jangan hanya menerima laporan, tetapi melihat langsung kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



