PENAJAM PASER UTARA – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meluncurkan program LITERIA (Literasi Interaktif, Riset, dan Arsip Nusantara) sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pengembangan literasi, riset, dan pengarsipan.
LITERIA Episode 1 digelar di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten PPU, Selasa (7/7/2026), mengusung tema “Kuliner, Bahasa, dan Cerita Rakyat sebagai Media Literasi Budaya melalui Program Interaktif di Perpustakaan Daerah.” Kegiatan berlangsung secara hybrid, yakni luring dan daring melalui Zoom.
Program tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat, arsiparis, anggota DPRD, pelaku UMKM, masyarakat umum, hingga pelajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi budaya sekaligus memperkuat pelestarian pengetahuan lokal.
Sekretaris Dispusip PPU, Aswar Bakri, yang mewakili Kepala Dispusip PPU Fatmawati, mengatakan LITERIA merupakan program inovasi tahunan yang dirancang untuk memperluas fungsi perpustakaan.
“LITERIA merupakan salah satu bentuk inovasi yang secara konsisten kami laksanakan setiap tahun di Dinas Perpustakaan dan Arsip,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sesi Panggung Gagasan (Lightning Talk) yang menghadirkan enam narasumber dari berbagai bidang. Materi yang disampaikan meliputi transformasi perpustakaan, pelestarian budaya Paser, arsip budaya sebagai memori kolektif, kuliner tradisional sebagai identitas daerah, dukungan kebijakan terhadap literasi budaya, hingga penguatan inovasi literasi di daerah.
Setelah itu, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang membahas lima isu strategis, yakni kondisi budaya lokal, pemanfaatan bahasa dan cerita rakyat sebagai media literasi, pelestarian budaya di kalangan generasi muda, peran perpustakaan dan arsip dalam menjaga pengetahuan lokal, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Game Literasi Interaktif, penyampaian kesimpulan dan rekomendasi hasil diskusi, serta penyerahan cendera mata kepada para narasumber.
Melalui LITERIA, Dispusip PPU menargetkan perpustakaan daerah semakin berperan sebagai pusat literasi, riset, dan dokumentasi budaya yang mendukung pelestarian warisan lokal sekaligus memperkuat ekosistem pengetahuan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Lanjut Aswar, perpustakaan perlu bertransformasi menjadi ruang yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan riset berbasis potensi daerah.
Ia menjelaskan, hasil pembahasan dalam program LITERIA diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Kajian yang dihasilkan ditargetkan berkembang menjadi karya ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional. Selain itu, hasil riset juga akan dikemas dalam bentuk e-book dan audiobook agar dapat diakses lebih luas, termasuk oleh penyandang disabilitas.
“Intinya adalah bagaimana membangun perpustakaan agar benar-benar bertransformasi, bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem riset, bahkan jika memungkinkan menjadi pusat riset di daerah,” tegasnya.
Penyunting: Robbi Lalat



