Abdul Waris Muin Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Gusung PPU

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong upaya pelestarian ekosistem pesisir melalui edukasi lingkungan dan restorasi terumbu karang di Pulau Gusung. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi penopang sektor perikanan dan pariwisata.

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin saat menghadiri Sosialisasi Konservasi dan Restorasi Terumbu Karang, Penanaman atau Transplantasi Terumbu Karang, serta Edukasi Lingkungan Hidup yang digelar Komunitas Kepemudaan Bara Sepaku bekerja sama dengan KOMPAK Nusa Bahari, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Waris, terumbu karang memiliki fungsi penting bagi ekosistem laut sekaligus kehidupan masyarakat pesisir.

“Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung alami pantai dari ancaman abrasi, serta menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat pesisir melalui sektor perikanan dan pariwisata. Namun, keberadaannya kini menghadapi berbagai ancaman akibat perubahan lingkungan, pencemaran, dan aktivitas manusia yang berdampak pada menurunnya kualitas ekosistem laut,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, kemudian dilanjutkan dengan penanaman atau transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan.

Baca Juga:   DPRD PPU Sidak Pelabuhan Jelang Nataru, Pastikan Penyeberangan Aman dan Nyaman

Selain memberikan pemahaman tentang fungsi ekologis terumbu karang, kegiatan itu juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Waris mengatakan pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas dan masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut sehingga keberadaan terumbu karang tetap terpelihara dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam pesisir,” tutup Waris.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.