PENAJAM PASER UTARA – Cuaca terik yang melanda Kecamatan Sepaku dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap debit air baku Perumda Air Minum Danum Taka Unit Sepaku. Minimnya curah hujan menyebabkan pasokan air baku dari Sungai Tengin mengalami penurunan.
Kepala Unit Sepaku Perumda Air Minum Danum Taka, Jalil Ardiansyah, mengatakan penurunan debit air baku terjadi karena belum adanya hujan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap pelayanan kepada pelanggan.
“Untuk debit memang ada penurunan di air baku di karenakan curah hujan sangat kurang. Untuk di pelayanan kami sementara masih lancar aja,” ucapnya dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Jalil menyebut pihaknya terus memantau kondisi debit air baku untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan lebih lanjut apabila musim kering berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Sebelumnya, pada Agustus 2023, Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU sempat mencatat adanya penurunan debit air baku di sejumlah wilayah pelayanan. Di Unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku, debit air baku mengalami penurunan hingga sekitar 50 sentimeter. Sementara di wilayah Sotek turun sekitar 5 sentimeter, Waru dan Maridan sekitar 10 sentimeter, serta Lawe-Lawe sekitar 25 sentimeter.
Selain faktor debit air baku, gangguan pelayanan air bersih di wilayah Sepaku juga dapat terjadi akibat kerusakan jaringan distribusi, terutama kebocoran pipa.
“Adapun kendala kecil seperti disebabkan adanya kebocoran pada pipa kami sehingga mengganggu di pelayanan ke pelanggan kami,” ungkapnya.
Salah satu kejadian terbaru terjadi di wilayah Patok 90 kiri, eks Masjid Lama Desa Tengin Baru. Pipa distribusi berukuran empat inci yang berada di dalam tanah mengalami kerusakan setelah terkena aktivitas alat berat jenis excavator. Akibatnya, air bersih sempat keluar dari pipa yang mengalami sobekan.
Atas kejadian tersebut, Perumda Air Minum Danum Taka Unit Sepaku mengimbau masyarakat maupun pihak yang akan melakukan pekerjaan menggunakan alat berat agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihaknya.
Langkah tersebut diperlukan agar petugas dapat memberikan informasi terkait jalur pipa distribusi air dan mencegah kerusakan jaringan yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
“Kalau ada aktivitas alat berat, kami mengimbau agar melapor ke kantor Unit Sepaku sehingga kami bisa turun dan mengarahkan posisi jalur pipa air,” jelas Jalil.
Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat



