SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat menggelar Pelatihan Sekolah Idaman (SI) bagi kepala sekolah dan guru jenjang Sekolah Dasar (SD). Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Perwakilan Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (22/6/2026).
Pelatihan mengusung tema “Pelatihan Sekolah Idaman Inklusif, Inovatif dan Inspiratif Tahun 2026”. Kegiatan ini diikuti para kepala sekolah dan guru SD sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya dalam menghadapi perubahan dan perkembangan dunia pendidikan.
Pelatihan tersebut menegaskan pentingnya peran tenaga pendidik sebagai pilar utama pendidikan. Seiring perkembangan kurikulum dan metode pembelajaran, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan menjadi kebutuhan agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam sambutan Bupati Kutai Barat yang dibacakan Wakil Bupati Nanang Adriani, ditegaskan pentingnya memanfaatkan pelatihan sebagai sarana penguatan kapasitas sekaligus ruang kolaborasi tenaga pendidik.

“Pelatihan ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan nyata di sekolah masing-masing. Jadikan pelatihan ini sebagai ruang berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik,” ujarnya.
Lebih lanjut, pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan nonteknis (soft skill) tenaga kependidikan, termasuk kepala sekolah, guru, dan unsur pendukung sekolah agar mampu mengidentifikasi tantangan di lingkungan pendidikan sekaligus merancang solusi yang efektif dan inovatif.
“Pelatihan Sekolah Idaman juga merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Pendekatan ini diharapkan menghadirkan sekolah yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan keberpihakan kepada peserta didik,” jelasnya.
Nanang mengatakan manfaat yang diharapkan dari kegiatan tersebut antara lain peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, penguatan kemampuan pemecahan masalah, terciptanya lingkungan belajar yang inovatif dan inklusif, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang berdaya saing.
“Ke depan, Pelatihan Sekolah Idaman diharapkan mampu mendukung transformasi satuan pendidikan menjadi ekosistem yang aman, nyaman, dan berpihak kepada peserta didik. Dengan demikian proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, inspiratif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Kamius Junaidi beserta jajaran terkait.
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.



