Speak Up Rita Widyasari Setelah Bebas (11): Sembilan Tahun Berlalu, Rita Masih Ingat Nama-Nama Wartawan

Kemunculan Rita Widyasari menjadi perhatian dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Banyak wartawan senior yang mendekat, bersalaman, berbincang, hingga mengabadikan foto bersama mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dua periode tersebut.

Bagi banyak wartawan yang pernah bertugas di Kukar pada era 2000-an hingga pertengahan 2010-an, Rita memang bukan sosok asing. Hubungannya dengan wartawan dikenal cukup dekat sejak lama.

Saya sendiri menjadi salah satu yang merasakan hal itu. Tahun 2009, saat masih bertugas di Tenggarong, komunikasi dengan Rita cukup sering terjalin. Beberapa wawancara khusus pernah saya lakukan ketika ia mulai memimpin Kukar.

Karena itu, saat bertemu kembali di acara Wartawan Legend Bedapatan, saya sebenarnya tidak yakin ia masih mengenali saya setelah hampir sembilan tahun berlalu.

Foto: Saya menyempatkan foto bersama mantan Bupati Kukar Rita Widyasari sesaat setelah tiba di acara Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026). (mediakaltim)

Namun begitu berjabat tangan, Rita langsung tersenyum. “Agus ya…”

Saya pun sempat terkejut. Di tengah ratusan orang yang hadir malam itu, Rita masih mengingat nama saya.

Kami kemudian berbincang singkat. Tidak lama setelah tiba di lokasi acara, Rita juga menyempatkan berfoto bersama.

Momen itu menunjukkan kedekatan Rita dengan wartawan yang telah terjalin sejak lama.

Bukan hanya saya. Sejumlah wartawan senior yang hadir malam itu juga mengaku masih dikenali Rita. Beberapa di antaranya bahkan sempat bernostalgia mengenai berbagai peristiwa besar yang pernah terjadi di Kukar saat Rita masih menjabat sebagai bupati.

Baca Juga:   Resmikan Kantor Media Kaltim di IKN

Suasana hangat itu terlihat sejak Rita memasuki area acara.

Beberapa peserta langsung menghampiri. Sebagian meminta foto bersama. Sebagian lain memilih berbincang santai sambil mengenang masa-masa liputan di Tenggarong.

Di sela kegiatan, Rita juga menyempatkan diri berbicara kepada wartawan mengenai aktivitasnya setelah bebas murni pada Agustus 2025.

Menurut Rita, saat ini dirinya belum memiliki agenda politik tertentu. Ia mengaku lebih memilih fokus berada di tengah masyarakat dan menjalani aktivitas sosial.

“Aduh, sudah tidak komentar dulu soal politik. Politik lagi, politik lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Rita mengatakan saat ini dirinya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat dan ingin menjalani kehidupan dengan lebih sederhana.

“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja, saya ingin berbuat baik saja,” katanya.

Selain itu, Rita juga menjelaskan alasan dirinya aktif menyampaikan berbagai penjelasan melalui akun media sosial pribadinya dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut dia, masih ada sejumlah informasi mengenai dirinya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada publik.

Baca Juga:   Dingin, Tertib dan Gratis! Begini Rasanya Naik BCT Balikpapan yang Kini Mulai Jadi Andalan Warga

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ujarnya.

Rita menyebut ada beberapa hal yang menurutnya belum tertangkap secara utuh dalam berbagai pemberitaan yang beredar selama ini.

Mulai dari laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga berbagai informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya,” katanya.

Meski belum berbicara banyak soal politik, Rita juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan jika suatu saat kembali mendapat dukungan masyarakat.

Saat ditanya mengenai peluang kembali maju dalam kontestasi politik, Rita memilih menjawab singkat.

“Bismillah saja. Doakan masalah hukumnya baik. Aamiin. Ini masalah hukum saya belum selesai. Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rita juga menyinggung pentingnya prinsip keberimbangan dan konfirmasi dalam pemberitaan.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

Ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat disajikan secara berimbang sehingga publik memperoleh gambaran yang lengkap.

Baca Juga:   Virtual Run Resmi Dimulai, Peserta Setor Hasil, Jersey dan Medali Proses Kirim

“Wartawan itu membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kalau wartawannya baik, mudah-mudahan suasana juga baik,” katanya.

Malam itu, kehadiran Rita menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan para wartawan senior Kalimantan Timur.

Di sela berbagai pertanyaan mengenai aktivitasnya setelah bebas, Rita terlihat lebih banyak berbincang santai dengan wartawan dan sejumlah tamu yang hadir.

Kedekatan Rita dengan wartawan sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum dirinya menjabat Bupati Kukar, hubungan yang cair dengan insan pers sudah terlihat pada sosok ayahnya, almarhum Syaukani HR.

Saat memimpin Kutai Kartanegara, Syaukani dikenal memiliki hubungan yang terbuka dengan wartawan. Tradisi itu kemudian terlihat pula pada Rita. Banyak wartawan yang bertugas di Kukar pada masa itu mengenal Rita tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sosok yang mudah dihubungi dan cukup akrab dengan kalangan pers.

Karena itu, pertemuan di Wartawan Legend Bedapatan malam itu terasa seperti sebuah reuni panjang. Bukan sekadar temu kangen, tetapi juga perjumpaan kembali antara wartawan dan sosok yang pernah menjadi bagian dari dinamika besar Kutai Kartanegara selama bertahun-tahun. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.