Geram Jalan Rusak Dibiarkan, Relawan Samarinda Patungan Tambal Jalan Tengah Malam

SAMARINDA – Kondisi jalan berlubang di kawasan Jalan Siradj Salman, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu kembali menuai sorotan warga. Lubang yang berada di salah satu ruas jalan padat lalu lintas itu disebut telah dibiarkan tanpa perbaikan selama lebih dari satu bulan.

Khawatir memicu kecelakaan, puluhan relawan yang tergabung dalam komunitas penambal jalan akhirnya turun langsung melakukan aksi penambalan darurat secara swadaya pada Senin (1/6/2026) malam hingga Selasa dini hari.

Aksi sosial tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi relawan serta sumbangan sukarela dari warga sekitar. Material penambalan dibeli secara mandiri demi mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Nur Wahid, mengaku kondisi lubang jalan semakin hari terus membesar akibat tingginya volume kendaraan yang melintas di Jalan Siradj Salman.

“Kalau terus dibiarkan kemungkinan pasti ada korbannya. Ini saja lubangnya sudah dalam dan makin lebar,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia mengapresiasi langkah cepat para relawan yang dinilai membantu menjaga keselamatan masyarakat di tengah belum adanya penanganan dari pihak terkait.

Baca Juga:   Simbol Adat di Lamin Etam Diharapkan Kembali Berdiri sebagai Lambang Persatuan

“Dengan adanya aksi relawan seperti ini kami warga sekitar sangat berterima kasih. Paling tidak sekarang pengendara jadi lebih aman melintas,” katanya.

Perwakilan relawan, Amang Adan, mengatakan gerakan tersebut murni dilandasi kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, komunitas relawan memang dibentuk khusus untuk merespons laporan masyarakat terkait jalan rusak yang dianggap membahayakan.

“Kami hari ini melakukan penambalan jalan berlubang di Siradj Salman dari grup relawan khusus penambalan jalan. Dananya dari teman-teman relawan sendiri, ditambah bantuan warga sekitar,” jelasnya.

Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi perhatian bagi pemerintah agar lebih cepat merespons kerusakan fasilitas publik, khususnya jalan berlubang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Ya masa kami terus yang menambal. Kami ini hanya pemantik saja supaya ada tindak lanjut dari pemerintah,” ujarnya.

Amang menegaskan, relawan siap terus bergerak membantu masyarakat apabila masih ditemukan jalan rusak yang belum tertangani.

Menurutnya, keselamatan pengendara menjadi alasan utama komunitas tersebut turun langsung melakukan penambalan secara mandiri.

Baca Juga:   Dissenting Opinion Andi Harun Berlanjut ke Sorotan Kredit Macet Bankaltimtara

“Kalau ada laporan warga dan memang membahayakan, selama kami mampu secara tenaga dan anggaran, kami akan turun. Harapan kami seluruh jalan di Samarinda bisa lebih aman dan mulus,” tegasnya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap pemerintah daerah dapat lebih sigap menangani kerusakan jalan sebelum menimbulkan korban jiwa. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.