NUSANTARA – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kota yang inklusif dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Sidang Majelis Daerah Khusus II Badan Pengurus Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) Kalimantan Timur yang berlangsung di Kantor Kemenko 4 IKN, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat subtema “Menjadi Pemimpin yang Berintegritas Supaya Terjadi Revival” dan dihadiri sejumlah tokoh gereja, pejabat daerah, hingga perwakilan Otorita IKN.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Sekretaris I Badan Pengurus Pusat GBI Pdt. Dr. Heru Cahyono, Badan Pengurus Pusat GBI Pdt. Prof. Dr. Joko Prihanto, Ketua Badan Pekerja Daerah Kalimantan Timur GBI Pdt. Dr. Samuel Irwan Santoso, Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati, serta Anggota DPR RI Perwakilan Kalimantan Timur Dr. Yulianus Henock Sumual.
Turut hadir pula Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik mewakili Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin, serta Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw.
Kehadiran jajaran Otorita IKN dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.
Sidang Majelis Daerah tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan IKN yang toleran, harmonis, serta berlandaskan semangat kebinekaan.
Selain menjadi forum organisasi gereja, kegiatan tersebut turut menegaskan pentingnya integritas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan sosial di era baru Nusantara.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia dan peradaban bangsa.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
“Pembangunan Nusantara adalah kerja kolaboratif. Tidak hanya membangun kota, tetapi juga membangun peradaban dan kualitas manusia yang akan hidup di dalamnya,” ujarnya.
Pewarta: Robbi Lalat



